Sumbar Bersiap Memasuki New Normal, Pusat Perbelanjaan Harus Terapkan Protokol Covid

Wagub Sumbar Nasrul Abit saat mengunjungi pusat pembelanjaan di Kota Padang
Wagub Sumbar Nasrul Abit saat mengunjungi pusat pembelanjaan di Kota Padang (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Walaupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Sumatera Barat diperpanjang hingga 7 Juni 2020, namun pada prinsipnya daerah tersebut sedang melakukan persiapan untuk new normal (normal baru) atau atau tatanan kehidupan baru.

Untuk menerapkan normal baru, ada beberapa syarat yang dipenuhi, salah satu mewajibkan pusat pembelanjaan mengikuti dan membelakukan protokol Covid.

baca juga: Agam Tambah 11 Kasus Positif COVID-19, Terendah dalam Sepekan Terakhir

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menjelaskan, pusat perbelanjaan wajib membatasi jumlah pengunjung saat disaat normal baru dilaksanakan. Kemudian juga mewajibkan semua pengunjung menggunakan masker dan mencuci tangan, untuk mencegah penularan COVID-19.

Selain itu harus ada pengukuran suhu tubuh di setiap pintu masuk. Karyawan dan pengunjung mal juga wajib pakai masker. Disiapkan juga hand sanitizer di beberapa tempat.

baca juga: Dua Warga Pessel Positif COVID-19, Masing-masing Warga Sutera dan Ranah Pesisir

"Secara bertahap pusat perbelanjaan sudah boleh beroperasi, ini bertujuan untuk menggerakan ekonomi masyarakat secara perlahan di masa Pandemi COVID-19," terangnya saat mengunjungi pusat pembelanjaan Transmart dan Plaza Andalas Padang dalam rangka persiapan penerapan normal baru, Jumat, 29 Mei 2020.

Nasrul Abit menyampaikan, untuk membatasi jumlah pengunjung tempat usaha wajib mengumumkan kapasitas tempat yang akan menjadi pusat orang beraktivitas. maksimalnya 50 persen dari biasanya.

baca juga: WHO: Obat Herbal untuk COVID-19 Diizinkan, Asal Lewat Pengujian

"Jika daya tampung super market 2000 orang, saat normal baru hanya boleh 1000 saja. Agar pembeli bisa menjaga jarak dan mudah dikontrol," katanya.

Dia berharap kerja sama, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang diterapkan. Sehingga rantai penyebaran COVID-19 bisa diputus.

baca juga: Refly Harun Dorong KPU Ciptakan Aturan Baru Soal Pilkada

Selain itu penekanan bagi pengelola pusat perbelanjaan menerapkan berbagai SOP sesuai dengan standar kesehatan COVID dengan mengutakaman kesehatan dan kenyamanan serta kepercayaan kepada para pengunjung.

"Setelah dua tahap melakukan PSBB, kasus COVID-19 di Sumbar sudah mulai melandai.

Oleh karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah masyarakat bisa kerjasama untuk menerapkan disiplin pencegahan semaksimal mungkin," tutupnya.

Saat peninjuan Wagub didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Asben Hendri dan Kadis Koperasi dan UKM Sumbar Zirma Yusri. (*)

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir