Kalaksa BPBDLima Puluh Kota: Penanganan Bencana Tak Memandang Batas Wilayah, Tapi Perlu Etika

Kalaksa BPBD Lima Puluh Kota Joni Amir disalah satu kesempatan
Kalaksa BPBD Lima Puluh Kota Joni Amir disalah satu kesempatan (Ade Suhendra)
LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -

Terkait adanya informasi yang menyudutkan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Lima Puluh Kota , Kalaksa BPBD Joni Amir angkat bicara. Pasalnya, di beberapa pemberitaan menyebutkan bahwa Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Lima Puluh Kota terkesan lemah.

Joni Amir mengatakan memang soal bencana tidak bisa memandang batas wilayah. Ia juga mempertanyakan terkait apa salah kalau ada orang Payakumbuh melakukan swab di Lima Puluh Kota atau sebaliknya.

baca juga: DPRD Lima Puluh Kota Desak Pemkab Bangun Pusat Rehabilitasi ODGJ

"Secara kultur, budaya dan historis antara dua daerah ini sangat berat untuk dipisahkan. Artinya, sejak dulu, jauh sebelum Payakumbuh menjadi daerah administratif Kota Payakumbuh, orang yang berdomisili di Kota Payakumbuh banyak yang beraktivitas di Kabupaten Limapuluh Kota, demikian pula sebaliknya," kata Joni Amir.

Ia menjelaskan secara ekonomi, mayoritas pelaku usaha asal Kabupaten Limapuluh Kota berdagang di daerah Kota Payakumbuh dan sebaliknya. Sementara itu, terkait tudingan lemahnya pelacakan yang dilaksanakan di Kabupaten Lima Puluh Kota , menurutnya adalah sesuatu yang naif.

baca juga: Lima Puluh Kota Kembali Catatkan 2 Kasus Positif COVID-19

"Sebab kita tentu berjalan sesuai protapnya, siapa yang di tracking, mulai dari level satu, level dua dan level tiga semua itu kita jalankan. Artinya siapa yang mau ditracking itu ada aturannya. Intinya, berpikir logis sajalah kita dan tak usahlah kita berpolemik ketika daerah Luak Limo Puluah ini tengah dilanda musibah bencana wabah corona," ujarnya.

Ia mengajak semua pihak mengerjakan tugas sesuai dengan aturan dan mekanismenya. Ia menambahkan sejauh ini yang di swab di Lima Puluh Kota sudah sesuai laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota dan sudah hampir 400 orang.

baca juga: Kampung Sarugo di Lima Puluh Kota Masuk Nominasi API 2020, Ini Kata Kepala Dinas Pariwisata

"Kami tidak teriak-teriak ke sana ke sini. Yang penting bagi Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemkab Lima Puluh Kota adalah melaksanakan tugas dengan baik," kata Joni Amir.

Secara terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Lima Puluh Kota , Ferry Chofa menjelaskan sejauh ini, terkait dengan pengambilan sampel swab yang telah dilakukan dan dikirimkan untuk pemeriksaan baik ke Laboratorium FK Unand maupun ke Labor Balai Veteriner, Baso tercatat sebanyak 363 sampel, 330 dinyatakan negatif, 10 positif dan 23 masih dalam proses pemeriksaan.

baca juga: Kampung Sarugo Lima Puluh Kota Masuk Nominasi API 2020, Ini Komentar Pelaku Wisata

"Adapun rinciannya adalah 26 PDP, Positif 0 orang, Negatif 19 orang, Dalam proses pemeriksaan 7 orang. Selanjutnya, 19 ODP, Positif 0 orang, Negatif 12 orang, Dalam proses pemeriksaan 7 orang. Kemudian, 318 OTG, Positif 10 orang, Negatif 299, Dalam Proses pemeriksaan 9 orang," katanya.

Sedangkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dan dimakamkan dengan protocol COVID-19 berjumlah 10 orang dan semuanya sudah di swab serta dinyatakan Negatif. Pemakaman jenazah dengan Protokol COVID-19 ini sesuai dengan Pedoman yang telah ditetapkan baik oleh Kementerian Kesehatan, Kemendagri maupun BNPB yang pertimbangan utamanya adalah kepentingan kesehatan dan keselamatan publik serta tenaga medis sendiri.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi