Mengaku Sebagai Dukun, Warga di Lima Puluh Kota Ini Berbuat Asusila pada Anak di Bawah Umur

Tersangka HW alias IL saat diamankan Tim Opsnal Satreskrim Lima Puluh Kota
Tersangka HW alias IL saat diamankan Tim Opsnal Satreskrim Lima Puluh Kota (Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang cat diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Lima Puluh Kota , Jumat 29 Mei 2020. Pria 32 tahun tersebut diamankan karena melakukan berbuat asusila terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Guguak.

Kapolres Lima Puluh Kota AKBP Sri Wibowo mengatakan tersangka berinisial HW alias IL yang mengaku sebagai orang pintar atau dukun yang dapat mengobati berbagai penyakit. Namun ternyata tersangka malah melakukan perbuatan asusila terhadap korban yang masih di bawah umur.

baca juga: DPRD Lima Puluh Kota Desak Pemkab Bangun Pusat Rehabilitasi ODGJ

"Tersangka IL dibekuk Tim Opsnal Reskrim pada Jumat 29 Mei 2020 sekitar pukul 15.30 WIB di salah satu jorong di Kecamatan Guguak. Ia dibekuk setelah pihak keluarga korban yang masih duduk di kelas 2 SLTP tersebut melapor ke Mapolres Lima Puluh Kota dan menyampaikan bahwa anak mereka diduga menjadi korban asusila ," kata AKBP Sri Wibowo didampingi Kasat Reskrim AKP Zul Andri.

Sri Wibowo juga menambahkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi maka semua pihak diminta untuk lebih meningkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap anak dan kemenakan. Terutama dikatakannya adalah orang-orang yang terdekat juga harus lebih peduli.

baca juga: Lima Puluh Kota Kembali Catatkan 2 Kasus Positif COVID-19

Sementara itu, AKP Zul Andri bersama KBO Satreskrim Iptu Armi Ariosa dan Kanit Reskrim Aipda Bainur mengatakan bahwa tersangka telah mengaku beberapa kali melakukan perbuatan asusila terhadap korban. Menurut pengakuannya, ia juga melakukan ancaman kepada korban jika berani melapor kepada orang tuanya.

"Awal melakukan aksinya, tersangka mengaku memperdaya korban dengan menyebutkan pandai mengobati dan mengurut. Sebab korban pernah mengeluhkan badannya sakit," katanya.

baca juga: Kampung Sarugo di Lima Puluh Kota Masuk Nominasi API 2020, Ini Kata Kepala Dinas Pariwisata

Kasatreskrim Polres Lima Puluh Kota menjelaskan aksi tersebut terbongkat karena kecurigaan paman korban yang melihat tersangka sering datang ke rumah korban dengan alasan mengurut. Kecurigaan tersebut akhirnya membuat paman korban dan ibunya menanyakan langsung kepada korban dan memintanya jujur serta berterus terang.

"Akhirnya muncul pengakuan kalau ia kerap disetubuhi oleh pelaku dan bahkan juga kerap diancam. Aksi tersebut dilakukan tersangka saat mengurut korban," kata AKP Zul Andri dan menyebutkan bahwa saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Lima Puluh Kota yang terletak di daerah Ketinggian, Kecamatan Harau untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

baca juga: Kampung Sarugo Lima Puluh Kota Masuk Nominasi API 2020, Ini Komentar Pelaku Wisata

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera