Pemkab Pessel Buka Seluruh Objek Wisata Untuk Umum

Salah satu objek wisata di kawasan Mandeh-Pessel
Salah satu objek wisata di kawasan Mandeh-Pessel (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Memasuki masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat memutuskan untuk kembali membuka seluruh objek wisata di daerah setempat dengan Protokol COVID-19.

Bupati Pesisir Selatan , Hendrajoni mengungkapkan, dibukanya tempat fasilitas umum termasuk objek wisata merupakan salah satu untuk mematangkan pelaksanaan "new normal" atau tatanan kehidupan baru dalam mencegah dampak yang terjadi akibat COVID.

baca juga: Jelang Idul Adha, Pemkab Pessel Tegaskan Hal Ini Terkait Pemotongan Hewan Kurban

Ia menjelaskan, upaya itu untuk memulihkan kondisi daerah. Sebab, sejak diberlakukan PSBB pada 22 April 2020 lalu, seluruh objek wisata di daerah setempat ditutup dan kembali diputuskan untuk dibuka mulai 29 Mei 2020 lalu.

"PSBB di Pesisir Selatan masih akan dilangsungkan hingga 7 juni 2020. Namun, semua objek wisata sudah mulai dibuka untuk umum," ungkapnya melalui rilis Humas yang diterima KLIKPOSITIF , Sabtu 30 Mei 2020.

baca juga: Pekan Depan Sekolah Tatap Muka Dimulai, Pemkab Pessel Siapkan SOP

Pembelakuan objek wisata ini, tidak terkecuali untuk Mandeh, Pantai Carocok Painan, Jembatan Akar, namun, juga objek wisata lokal lainnya.

"Hanya saja pengunjung, tidak bisa leluasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena harus menaati protokol penanganan protokoler COVID-19," terangnya.

baca juga: Video Anggota Pol PP Bentrok Saat Razia di Kafe Beredar di Medsos, Humas Pessel Buat Klarifikasi

Ia berharap, dengan dibukanya seluruh objek wisata ini, bisa menjadi perhatian untuk seluruh pengelola wisata. Di antaranya tidak mengabaikan petunjuk kesehatan, seperti memastikan pengunjung dalam kondisi sehat dan bebas gejala klinis COVID-19.

Lalu, pembatasan pengunjung dengan risiko tinggi seperti lanjut usia, memiliki riwayat penyakit penyerta, dan lainnya. Pengelola serta pemandu wisata diminta untuk mengutamakan layanan wisata minat khusus seperti resort, diving, senorkeling, wisata gunung dan tidak lama tinggal atau length of stay.

baca juga: Karena Pandemi, Permintaan Hewan Kurban di Pessel Menurun pada Idul Adha Tahun Ini

"Juga diharapkan, bagi wisatawan asing wajib menyertakan surat keterangan hasil uji PCR yang menyatakan negatif," tutupnya.

Catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pesisir Selatan , setelah 26 Mei 2020 tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif virus Corona jenis baru. Sampai Sabtu 30 Mei 2020 masih berjumlah 18 orang.

Dari jumlah itu, hanya satu yang dinyatakan meninggal dunia, empat masih menjalani perawatan dan 13 lainnya sudah lama dinyatakan sembuh.

Diketahui sebelumnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat (Sumbar) diperpanjang hingga 7 Juni 2020, setelah sebelumnya diakhiri 29 Mei lalu. Dari 19 kabupaten dan kota, hanya Bukittinggi yang tidak menerapkan PSBB karena daerah itu memasuki New Normal atau tatanan kehidupan baru.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi