Bersiap New Normal, Kapolda Sumbar Kunjungi Pasar Raya Padang

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto Bersama Kadis Perdagangan Kota Padang Saat Mengunjungi Pasar Raya Padang
Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto Bersama Kadis Perdagangan Kota Padang Saat Mengunjungi Pasar Raya Padang (Humas Polda Sumbar)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) merupakan salah satu provinsi yang akan melaksanakan New Normal (Perubahan Baru) di tengah pandemi COVID-19 di Indonesia. Begitu juga dengan Kota Padang yang juga akan mengikuti hal tersebut.

Untuk mengetahui kesiapan menuju perubahan baru tersebut, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto bersama Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, dan beberapa Pejabat Utama Polda Sumbar mengunjungi Pasar Raya Padang , Jumat (29/5) sore.

baca juga: Pandemi COVID-19, Momentum Transisi ke Energi Terbarukan

Kunjungan Kapolda yang didampingi Kepala Dinas Pasar Andre Algamar ini, untuk melakukan pengecekan beberapa tempat di seputaran Pasar Raya Padang .

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto menyebutkan, kunjungan tersebut melihat kesiapan Pasar Raya menuju New Normal dengan mengikuti protokol kesehatan.

baca juga: Ahli Sebut Indonesia Gagal Kendalikan Wabah COVID-19, Kenapa?

" Kapolda Sumbar melakukan pengecekan kesiapan Pasar Raya Padang sebagai pilot project, penegakkan disiplin protokol covid-19 menuju new normal," katanya.

Dengan mengikuti aturan dan protokol tersebut, diharapkan dapat memutus rantai penyebaran virus Covid-19. "Sehingga masyarakat nantinya dapat beraktivitas seperti biasanya kembali," imbuhnya.

baca juga: Tahun Ajaran Baru Dimulai, Waspadai Klaster COVID-19 Baru

Satake menambahkan, saat ini di areal Pasar Raya Padang juga telah ada pos pengamanan pendisiplinan yang akan ditempati oleh personel TNI, Polri dan instansi terkait lainnya.

"Ada 2 pos pengamanan pendisiplinan, di dekat CGV Padang (sebelumnya Bioskop Raya) dan di simpang Air Mancur. Untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan," pungkasnya.(rilis)

baca juga: WHO: Banyak Negara Salah Arah Tangani Virus Corona

Editor: Muhammad Haikal