Nagari di Lima Puluh Kota Ini Tempelkan Nama Penerima BLT di Warung Kopi

Perangkat Nagari Situjuah Batua saat menempelkan nama-nama penerima BLT di Warung Kopi
Perangkat Nagari Situjuah Batua saat menempelkan nama-nama penerima BLT di Warung Kopi (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -

Pemerintah Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota tempelkan daftar nama warganya yang menerima Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) dari pemerintah karena terdampak COVID-19 di warung-warung kopi, tempat ibadah, kantor nagari, dan sarana umum lainnya.

Wali Nagari Situjuah Batua Dhon Vesky Datuak Tan Marajo mengatakan sejak bulan puasa lalu, semua masyarakat Situjuah Batua yang menerima semua jenis bantuan dari pemerintah, baik BLT Covid-19, PKH, bantuan sembako, ataupun Kartu Indonesia Sehat daftar namanya ditempel di tempat umum.

baca juga: Hari Ini Kasus Positif Corona di Jakarta Catat Rekor Tertinggi

"Daftar nama penerima BLT COVID-19 ini secara terbuka disebarkan sesuai imbauan Ombudsman RI perwakilan Sumbar dan Surat Gubernur Sumbar Nomor:489/138/Humas-2020 tertanggal 6 Mei 2020 perihal Penyediaan Layanan Informasi dan Pengaduan Penyaluran Bansos Covid-19.

Selain sesuai dengan imbauan Ombudsman dan Surat Gubernur Sumbar tersebut, kami mengumumkan daftar nama warga penerima BLT Covid-19 dan bantuan lain dari pemerintah,sesuai dengan amanat Peraturan Nagari Situjuah Batua Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Pencegahan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Berbasis Hukum Adat Salingka Nagari. Peraturan ini, kami buat bersama Bamus dan disetujui Lembaga Adat Nagari, dengan dampingan dari Tenaga Ahli Nagari Situjuah Batua DR Wendra Yunaldi SH MH," kata Tan Marajo.

baca juga: Kontak Erat dengan Pasien Positif, 11 Warga Tanah Datar Negatif COVID-19

Ia menjelaskan penempelan atau pengumuman daftar nama warga Situjuah Batua yang menerima bantuan ini secara terbuka, dimaksudkan Pemerintah Nagari Situjuah Batua, agar semua elemen masyarakat, ikut bersama-sama memantau, mengawasi, dan mengawal penyaluran bantuan. Menurutnya, dengan pengumuman ini, pihaknya lebih mudah mengetahui, siapa masyarakat yang belum dapat bantuan sama sekali dan yang ganda menerima bantuan.

"Warga Situjuah Batua yang menerima BLT Covid-19 dari Kemensos berjumlah 166 KK (Kepala Keluarga), dimana 147 KK lewat Pos dan 19 KK lewat Bank). Sedangkan warga Situjuah Batua yang menerima BLT dari Pemprov Sumbar sebanyak 250 KK. Kemudian, BLT atau Bansos dari Pemkab Limapuluh Kota sebanyak 35 KK. Selain itu, juga ada warga dapat PKH sebanyak 290 KK dan bantuan Sembako sebanyak 346 KK," ujarnya.

baca juga: Terkait Pasien Positif di Agam, 4 Orang Akan Diswab

Selain itu, di luar BLT dari Kemensos, BLT dari Pemprov Sumbar, BLT atau Bansos dari Kabupaten, PKH dan bantuan sembako itu, juga ada BLT yang bersumber dari Dana Desa. BLT Dana Desa ini, diberikan Pemerintah Nagari Situjuah Batua kepada 197 KK di nagari tersebut. Pemberian BLT Dana Desa ini, berbeda dengan BLT dari Kemensos, BLT dari Pemprov Sumbar atau Kabupaten.

"Kalau BLT dari Pusat dan Provinsi, itu langsung masuk ke rekening penerima di bank atau lewat Pos. Yang menentukan penerima bantuan ini langsung pusat dan provinsi. Kita di nagari hanya mengusulkan saja. Sedangkan untuk BLT Dana Desa yang sudah dibagikan di Situjuah Batua, warga yang menerimanya, disepekati berdasarkan musyawarah pemerintah nagari dan lembaga nagari," kata Wali Nagari Situjuah Batua.

baca juga: Peduli COVID-19, Komunitas Sepeda di Bukittinggi Ini Bagi-bagi Masker

Ia menambahkan bahwa penerima BLT Dana Desa di Situjuah Batua, langsung menerima bantuan di rumah mereka masing-masing. Melalui kepala jorong bersama kader Yandu di Situjuah Batua, bantuan tersebut langsung diantar ke rumah masyarakat yang menerima BLT Dana Dana Desa.

"Setelah itu, di rumah tersebut juga dipasangi stiker, untuk mencegah adanya penerima ganda. Sedangkan terhadap masyarakat Situjuah Batua yang patut menerima bantuan, tapi tidak terdaftar sebagai penerima bantuan, pemerintah Nagari Situjuah Batua sudah merangkum nama-nama masyarakat tersebut, untuk diajukan ke dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos," ujarnya.

Selain itu, warga yang tidak dapat bantuan, padahal pantas menerima, diberikan solusinya oleh pemerintah nagari Situjuah Batua, berupa bantuan beras. Kemudian, sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin dikatakannya juga ada perantau Situjuah Batua yang punya usaha Bubur Ayam C7, menyumbangkan 2 ton beras.

"Nah, beras dari perantau ini, kami salurkan kepada masyarakat yang tidak dapat bantuan dari pemerintah. Disamping, nama masyarakat itu juga kami rangkum untuk diusulkan ke dalam BDT Dinsos atau Kemensos," kata Tan Marajo.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera