Pelonggaran PSBB Tahap Tiga, Pemkab Pessel: Tetap Sesuai Protokol Kesehatan

Jalan menuju Kawasan Mandeh Pessel
Jalan menuju Kawasan Mandeh Pessel (Istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat menegaskan, pelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga harus tetap dengan menjaga protokol kesehatan COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Pessel , Rinaldi mengatakan, pelaksanaan PSBB tahap tiga mempedomani Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 360/277/Kpts/ BPT-PS/2020, tentang Pedoman Pemberlakuan Perpanjangan PSBB Menuju Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid 19.

baca juga: Unik, Ada Kafe Apung di Kambang Barat Pessel

Dketahui PSBB tahap tiga dimulai dari 30 Mei, hingga 7 Juni 2020.

Dalam SK Bupati itu, sejumlah aktivitas masyarakat memang telah dilonggarkan. Namun, tetap mengacu pada protokol kesehatan COVID-19. Sebab, pelonggaran yang dimaksud bukan dalam artian seperti biasa, tetapi tetap mempertimbangkan pola hidup sehat saat situasi COVID-19.

baca juga: Pemkab Pessel Terima Hibah Jalan Desa dan Hak Pengelolaan Jaringan SPAM Senilai Rp20,2 Milyar dari Pusat

"Seluruhnya harus dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19," ungkap Rinaldi pada KLIKPOSITIF , Senin 1 Juni 2020.

Dijelaskan, seperti dalam pelaksanaan ibadah salat fardhu dan shalat Jumat di Masjid/Musholla/Surau. Boleh diaktikan kembali, namun, pengurus harus menyediakan tempat cuci tangan dan jamaah wajib menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.

baca juga: Tertimpa Reruntuhan Tanah, Seorang Pekerja Bongkar Muat Meninggal di Pessel

Aktivitas di pasar, pedagang dan pengunjung diminta saat sebelum berangkat ke pasar harus dalam kondisi sehat. Kemudian wajib menggunakan masker, sarung tangan dan menerapkan pola hidup bersih, menjaga jarak fisik dan menghindari sentuhan langsung antara pedagang maupun pembeli.

Khusus pariwisata, pengelola diminta harus memastikan pengunjung dalam kondisi sehat, dan mengutamakan layanan wisata minat khusus seperti resort, diving, senorkeling, wisata gunung dan tidak lama tinggal atau length of stay.

baca juga: KPU Pessel Dapat Tambahan Anggaran Pusat Rp6 Miliar Untuk Pilkada

Selain itu, pematauan dan pengecekan kendaraan berserta orang yang masuk ke daerah Pesisir Selatan akan terus diperketat. Pengecekan diperbatasan dilakukan untuk bisa menekan penyebaran infeksi COVID-19.

"Tentu, kedisiplinan masyarakat di berbagai fasilitas umum tersebut juga akan diawasi petugas seperti, anggota TNI, Polri dan Sat Pol PP," terangnya.

Lanjutnya, dalam pelaksanaan itu, Bupati Pessel juga telah menginstruksikan kepada seluruh kepala perangkat daerah, camat dan wali nagari serta pihak terkait lainnya untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan. Sebab, penerapan pedoman pelonggaran dalam PSBB tahap III, harus benar-benar berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan penanganan COVID- 19.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat menyebut, akan menjadikan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga sebagai masa transisi menuju new normal atau tatanan kehidupan baru.

Dalam tujuan itu, Pemkab Pessel memberi kelonggaran terhadap pelaksanaan PSBB tahap tiga. Tidak hanya, soal ibadah di masjid dan masala. Tetapi juga soal aktivitas masyarakat di pasar, pariwisata dan sekolah.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi