Kerusuhan di AS Meluas, Komisi I Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid (DPR)

KLIKPOSITIF - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid menyayangkan munculnya kerusuhan dampak dari aksi protes massa di sejumlah kota di Amerika Serikat (AS) yang memprotes kematian warga kulit hitam George Floyd di tangan polisi yang menangkapnya di Minneapolis, Minnesota, AS. Politisi Fraksi Partai Golkar itu meminta Perwakilan Indonesia di AS untuk memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di sana.

"Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Indonesia di AS harus memastikan dan mengikuti dari dekat perkembangan di AS menyusul aksi kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota di AS. Apalagi ini punya potensi semakin meluas," ujar Meutya dalam siaran pers yang dilansir dari laman Parlementaria. Ia juga meminta perwakilan RI di AS untuk menghubungi WNI secara acak untuk memastikan kondisi keamanan mereka.

baca juga: Benda Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II di Italia Hilang Dilarikan Maling

"Terus berikan informasi melalui website resmi maupun hotline atau aplikasi yang dimiliki oleh Kementerian Luar Negeri RI untuk memberikan kondisi dan informasi secara update. Sekaligus juga memberikan imbauan agar WNI di sana, sebisa mungkin untuk tidak keluar rumah hingga situasi aman terkendali," tandas Meutya.

Meutya menyebut, Pemerintah AS perlu meredam gejolak chaos dengan memastikan perbedaan perlakuan tidak terjadi di AS. Apalagi negara Pam Sam itu, memiliki Declaration of Independence, sebagai bagian dari sejarah terbentuknya negara AS. Deklarasi kemerdekaan yang memuat poin-poin yang dijadikan dasar dari sebuah kekuatan bagi kebebasan umat manusia yaitu Hak Asasi Manusia (HAM).

baca juga: Febri Diansyah Mundur dari KPK, Ini Respon Novel Baswedan

"Ini penting karena unrest yang terjadi di AS tentu mendapat perhatian dunia, dan jika tidak ditangani secara cepat dan profesional melalui pendekatan-pendekatan persuasif, dikhawatirkan akan menjadi contoh kurang baik bagi negara lain," pesan legislator dapil Sumatera Utara I itu.

Editor: Eko Fajri