Kasus Positif COVID-19 di Sumbar 567 per 1 Juni, Persentase Sembuh di Angka 47,09 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, jumlah warga yang positif COVID-19 hingga hari ini masih 567 orang.

Tidak terjadi penambahan hari ini karena petugas laboratorium libur di hari Minggu. Namun sembuh bertambah 2 orang, sehingga total sembuh 267 orang.

baca juga: Agam Tambah 11 Kasus Positif COVID-19, Terendah dalam Sepekan Terakhir

Dari 567 orang yang positif, rinciannya, dirawat berbagai Rumah Sakit 122 orang (21,51%), isolasi mandiri di rumah 40 orang (7,05%), isolasi daerah 2 orang (0,35%), isolasi di Bapelkes 17 orang (2,99%), isolasi di BPSDM 41 orang (7,23%), isolasi di BPP Padang 14 orang (2,47%), isolasi di BDK 39 orang (6,88%), isolasi di Balatkop 0 orang, meninggal dunia 25 orang (4.41%) dan sembuh 267 orang (47,09%).

"Warga yang dinyatakan sembuh tersebut, anak-anak (perempuan) berusia 7 tahun, warga Korong Gadang Kota Padang, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital dan perempuan berusia 41 tahun, warga Batu Balang Kabupaten Limapuluh Kota, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD Adnan WD," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima KLIKPOSITIF , Senin (1/6/2020).

baca juga: Dua Warga Pessel Positif COVID-19, Masing-masing Warga Sutera dan Ranah Pesisir

Sementara itu, perkembangan COVID-19 di Sumbar yang datanya dihimpun dari berbagai rumah sakit dan gugus tugas Kabupaten Kota se Sumatera Barat , total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 9.189 orang dengan proses pemantauan 158 orang, dengan rincian karantina Pemda 4 orang dan 154 orang isolasi mandiri, dan selesai pemantauan 9.031 orang.

"Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.024 orang.Dari 1.024 PDP tersebut, 50 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil lab. Dinyatakan negatif, pulang dan sehat sebanyak 974 orang," tuturnya.

baca juga: WHO: Obat Herbal untuk COVID-19 Diizinkan, Asal Lewat Pengujian

Editor: Muhammad Haikal