Imbas PSBB, Volume Sampah Ramadan dan Lebaran di Payakumbuh Menurun Dibandingkan Tahun lalu

TPA Regional Payakumbu.
TPA Regional Payakumbu. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota (Pemko) payakumbuh melaui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat terjadi penurunan volume sampah selama Ramadan sampai dengan lebaran Idul Fitri tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala DLH Kota Payakumbuh , Dafrul Pasi menyebut, saat Ramadan dan Labaran tahun ini volume sampah pe harinya dikisaran 66 sampai 75 Ton.

baca juga: Target Swab Masal Belum Capai Target, Pemko Payakumbuh Lanjutkan Pengambilan Sampel

"Kalau Ramadan dan lebaran tahun-tahun sebelumnya, volume sampah kita rata-rata per harinya mencapai lebih dari 80 Ton," kata Dafrul Pasi saat dihubungi, Senin (1/6).

Menurutnya, penurunan volume sampah selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya tidak lepas dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Provinsi Sumbar untuk bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Pemberlakuan PSBB disebutnya membuat akses warga dari daerah lain masuk ke Payakumbuh menjadi terbatas.

baca juga: Jadi Primadona Wisatawan, Kawasan Normalisasi Batang Agam Akan Dipasangi Lampu Penerangan

"Selain itu juga karena adanya pembatasan usaha kuliner. Biasanya kan kuliner di Payakumbuh saat lebaran itu luar biasa ya, banyak buka bersama di kafe. Tapi Ramadan sekarang kan tidak dibolehkan untuk menyediakan meja dan kursi untuk makan di tempat," sebutnya.

Dijelaskannya, tonase sampah pada April 2020 ini kurang lebih sebanyak 2.147 ton atau dengan rata-rata 71 ton per harinya. Rataan seperti ini bertahan hingga menjelang akhir Mei.

baca juga: Data Dinas Pertanian Payakumbuh 3 Tahun Terakhir: Jumlah Sapi Jantan yang Dikurbankan Meningkat

Angka ini menurun dari bulan sebelumnya, yang mana pada Maret, tonase sampah di Payakumbuh mencapai 2.479 ton atau hampir 80 ton per-harinya.

"Pada Maret itu kan baru ada imbauan untuk tidak boleh memakan makanan di kafe atau rumah makan, saat itu angka masyarakat kita yang melakukan pemesanan makanan melalui jasa kurir itu meningkat sekarang berangsur normal," pungkasnya. (*)

baca juga: DPRD Lima Puluh Kota Desak Pemkab Bangun Pusat Rehabilitasi ODGJ

Editor: Taufik Hidayat