KPK Limpahkan Berkas Perkara Muzni Zakaria ke PN Tipikor, Penahanan Dititipkan di Sel Tahanan Polda Sumbar

Bupati Solsel Non Aktif Muzni Zakaria Mengenakan Rompi Orange Saat Dititipkan di Sel Tahanan Mapolda Sumbar
Bupati Solsel Non Aktif Muzni Zakaria Mengenakan Rompi Orange Saat Dititipkan di Sel Tahanan Mapolda Sumbar (Ist)
PADANG, KLIKPOSITIF --

Jaksa PenuntutUmum ( JPU ) Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) melimpahkan berkas perkara Bupati Solok Selatan ( Solsel ) Non Aktif ke Pengadilan Tipikor Padang.

Hal tersebut disampaikan oleh JPU KPK Rikhi B Maghaz. Ia mengatakan, sebelum ke PN Tipikor Padang, pihaknya langsung membawa Muzni Zakaria ke Rutan Polda Sumbar untuk dititipkan penahanannya.

baca juga: KPK Cium Modus Dana Anggaran Penanganan COVID-19 Dipakai Buat Pilkada

"Kami mendarat di Padang sekira pukul 09.00 WIB, setelah dari Polda Sumbar, selanjutnya KPK ke Pengadilan Tipikor Padang untuk melimpahkan perkara tersebut," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Selasa (2/6/2020).

Terkait penahanan, sepenuhnya menjadi kewenangan Majelis Hakim dan tim JPU akan menunggu penetapan jadwal persidangan dari Majelis Hakim PN Tipikor Padang.

baca juga: Plt. Bupati Solsel Abdul Rahman Serahkan Sertifikat untuk Rakyat Disaksikan Menteri ATR/BPN

"Terdakwa di dakwa dengan dakwaan alternatif yaitu kesatu pasal 12 huruf b UU Tipikor jo pasal 64 ayat (1) KUHP atau kedua pasal 11 UU Tipikor jo pasal 64 ayat (1) KUHP," ujarnya.

Riki menambahkan, untuk bisa ke Padang, Muzni Zakaria telah melakukan rapid test dengan hasil negatif COVID-19.

baca juga: Jalan Simpang Limau Gaduang Solsel Dibangun Tahun Ini

"Informasi yang kami terima harus ada surat hasil tes swab saat tiba di BIM. Rapid test bisa diterima dan tidak ada kendala sama pihak otoritas BIM. Sementara dari pihak Bandara Soekarno-Hatta semuanya tidak ada masalah," ujarnya lagi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu membenarkan, penahanan Muzni Zakaria dititipkan di sel tahanan Mapolda Sumbar. "Dititipkan untuk persidangan untuk pelaksanaan sidang," katanya.

baca juga: Pada 2021, Gerbang Masuk ke Solok Selatan dari Kerinci Dibangun

Diketahui, kasus Muzni Zakaria merupakan kasus dugaan suap pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan Solok Selatan yang melibatkan Bos PT Dempo Group M Yamin Kahar dan Bupati Non Aktif Solok Selatan Muzni Zakaria.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan M Yamin Kahar bersama Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria sebagai tersangka. Untuk perkara M Yamin Kahar telah disidang beberapa kali di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Kelas 1A Padang.

Muzni Zakaria diduga menerima suap Rp 460 juta untuk proyek pembangunan Jembatan Ambayan. KPK juga mengatakan ada dugaan aliran suap Rp 315 juta terkait proyek Masjid Agung Solok Selatan yang diberikan Muhammad Yamin Kahar kepada bawahan Muzni.

Suap itu diduga diberikan atas permintaan Muzni Zakaria kepada M Yamin Kahar. Muzni Zakaria diduga memerintahkan bawahannya agar memenangkan perusahaan yang digunakan Muhammad Yamin Kahar selaku kontraktor.

Editor: Muhammad Haikal