Tes Besar-besaran, 300 Orang Tanpa Gejala Ditemukan di Wuhan

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Menghadapi potensi gelombang kedua wabah virus corona , Wuhan melakukan tes besar-besaran pada 10 juta penduduknya. Pada tes tersebut, otoritas kesehatan menemukan setidaknya ada 300 kasus terkonfirmasi terinfeksi virus corona yang tak bergejala.

Dilansir dari Times of India, total dari 300 orang tersebut ditemukan setelah sekitar 9,89 juta orang malakukan tes. Tes tersebut menghabiskan dana sekitar 900 juta Yuan atau senilai dengan Rp 1,8 Triliun.

baca juga: Hampir 2 Ribu Anak Indonesia Alami Kekerasan Selama Pandemi COVID-19

Kasus tanpa gejala sendiri disebut dengan penyebar virus diam-diam yang cukup bermasalah.

Pasalnya orang tanpa gejala tidak mengembangkan tanda umum seperti demam, batuk, atau sakit tenggorokan. Sayangnya, meski tidak memiliki gejala mereka tetap bisa menularkan virus pada orang lain.

baca juga: Sekolah Dimulai 13 Juli, Pemkab Solsel Siapkan Sitem Kombinasi

Hasil tersebut menampilkan tentang begitu banyaknya kasus tanpa gejala yang ada di Wuhan.

Menurut Global Times (media China), laporan tersebut juga menjadi bukti bahwa China bukanya tidak melaporkan jumlah kasus sebenarnya, namun karena adanya pasien tanpa gejala yang tidak terdeteksi.

baca juga: BMKG Sebut Gempa 6,1 SR di Jepara Jenis Deep Focus, Apa Itu?

Wuhan sendiri telah menjadi episentrum pertama penyebaran virus corona di mana telah menginfeksi 50.340 orang sejak Januari. Sementara itu, sebanyak 3.869 orang dilaporkan meninggal karena penyakit ini.

Per Senin (1/6/2020), secara keseluruhan kasus virus corona di China mencapai 83.022 di mana 3.869 dilaporkan meninggal dunia dan 78.315 telah sembuh.

baca juga: Menteri PPPA Desak DPR Masukkan Kembali RUU PKS dalam Prolegnas Prioritas

Wuhan telah melaporkan serangkaian kasus tanpa gejala sejak melonggarkan lockdown pada bulan April.

Menurut laporan National Health Comission (NHC), Selasa (2/6/2020) ada lima kasus baru dari luar dan 10 kasus tanpa gejala. Sejauh ini, ada 371 kasus tanpa gejala termasuk 39 dari luar negeri yang masih dalam pengawasan medis.

NHC menyebutkan, bahwa 320 orang tanpa gejala terinfeksi saat berada di bawah karantina kota.

Sejak 14 Mei sampai 2 Juni, Wuhan telah melakukan tes pada 9,89 juta orang. Mereka tidak mengonfirmasi adanya kasus dengan gejala, sebab hanya menemukan 300 orang yang terkonfirmasi namun tanpa gejala.

"Kalau dihitung itu 0,00303 persen dari orang yang dites" kata Lu Zuxun, profesor kesehatan masyarakat di Huazong University of Scince and Technology.

Lu menyatakan, bahwa pihaknya akan segera meneliti pasien tanpa gejala tersebut termasuk dengan permukaan yang sering mereka sentuh untuk memprediksi penularan.

Editor: Eko Fajri