Persiapan New Normal Pasar Raya Padang

Pasar Raya Padang
Pasar Raya Padang (KLIKPOSITIF/Muhammad Haikal)

PADANG, KLIKPOSTIF - Dinas Perdagangan Kota Padang mempersiapkan protokol kesehatan dalam menghadapi new normal untuk transaksi jual beli.

"New normal planning yang disiapkan oleh dinas perdagangan sesuai protokol kesehatan, diantaranya wajib memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan. Selain itu, ini nanti juga akan diperkuat dengan Perwako (Peraturan walikota). Nantinya ada ada pengetatan agar kepercayaan pasar raya kembali ada dan aman aman sehingga ekonomi membaik kembali," kata Dinas Perdagangan Kota Padang, Andre Algimar di Padang.

baca juga: Jumlah Kasus Terus Bertambah, WHO Sebut Pandemi Bisa Makin Memburuk

Ia mengatakan kepada pedagang harus diikuti protokol kesehatan dengan membentuk agar pasar raya kembali ramai dan jantung ekonomi.

"Kasus pasar raya banyak negatif dan positif itu lebih sedikit dari 2000 tes swab yang dilakukan. Ayo ke pasar raya untuk memajukan kembali ekonomi kita. Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker lebih ketat sehingga orang tak takut lagi ke pasar raya. Bagi pedagang dan pembeli.

baca juga: Pandemi COVID-19, Momentum Transisi ke Energi Terbarukan

Pasar raya merupakan urat nadi ekonomi," jelasnya.

Ia menuturkan, Pasar Raya Padang juga telah melakukan swab terbanyak di Sumbar. "Walaupun saat ini masih ada

baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Picu Naiknya Harga Emas Dunia

Keterbatsan tempat dan masih yang belum ada yang melakukan tes swab, meereka daftar dulu ke dinas perdagangan dan difasilitsasi ke dinkes untuk di tes di tempat masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, untuk pasar lain di Kota Padang selain pasar raya yang telah melakukan tes swab adalah Pasar Banda Buek. "Dari 60 orang yang melakukan tes swab di puskesmas Lubuk Kilangan, ada dua kasus positif dan telah dilakukan isolasi mandiri," jelasnya.

baca juga: Ahli Sebut Indonesia Gagal Kendalikan Wabah COVID-19, Kenapa?

Andre menjelaskan selain langkah-langkah itu, pintu masuk pasar raya juga akan dijaga lebih ketat oleh pihak keamanan. (*)

Editor: Fitria Marlina