Pandemi COVID-19, Hotel di Padang Ini Sempat Jualan Takjil untuk Tutupi Biaya Operasional

Hotel Grand Inna Padang
Hotel Grand Inna Padang (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sektor pariwisata sangat terpuruk akibat pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung sejak tiga bulan terakhir. Perhotelan bahkan merasakan dampak yang sangat tinggi.

Beberapa hotel di Kota Padang bahkan memutuskan untuk tidak beroperasi karena tidak adanya tamu yang datang untuk menginap.

baca juga: Dokter Spesialis Olahraga SPH: Rutin Latihan Fisik Selama 30 Menit Turunkan Resiko Terkena COVID-19

Hotel Grand Inna Padang, salah satu hotel berbintang bahkan mengalami pemerosotan pendapatan selama pandemi COVID-19 berlangsung.

"Pada bulan Mai lalu, pendapatan kami hanya sebanyak tiga persen saja dibanding sebelum pandemi ini," kata General Manager Hotel Grand Inna Padang, Mazri Tanjung saat diwawancarai KLIKPOSITIF .com, Kamis 4 Juni 2020.

baca juga: Dinkes Padang Siapkan 22 Puskesmas Untuk Rapid Belasan Ribu KPPS

Penghasilan tiga persen tersebut diperoleh dari penjualan dari restoran yang dikelola. Sementara untuk hotel dan ball room yang menjadi pendapatan inti selama ini sangat terperosok.

"Kami harus olah otak bagaimana mendapatkan penghasilan selama pandemi ini. Dalam Ramadan lalu kami menjual takjil untuk memperoleh penghasilan," katanya.

baca juga: Jelang Pilkada, KPPS di Padang Lakukan Rapid Tes

Ia mengatakan, penurunan pendapatan tersebut memaksanya untuk merumahkan sebanyak 39 orang pegawai kontrak.

"Untuk pegawai kontrak yang kami rumahkan selama pandemi tidak diberikan gaji. Tetapi kami menanggung biaya BPJS dan THR nya," lanjutnya.

baca juga: Hari Ini Kasus Positif COVID-19 di Pessel Bertambah 11 Orang, Total Jadi 695 Orang

Menurutnya, selama pandemi COVID-19 hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut tetap beroperasi dengan menjalankan protokoler COVID-19.

"Kami menyediakan tempat cuci tangan untuk tamu sebelum masuk dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan termo gun, serta menerapkan pysikal distancing," sambungnya.

Ia berharap, pandemi ini cepat berlalu, sehingga karyawan kontrak yang telah dirumahkan tersebut bisa ia panggil kembali untuk bekerja seperti biasanya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Rezka Delpiera