Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua KPU Sumbar, Polda Sumbar Periksa Rita Sumarni

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu (Humas Polda Sumbar)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) memproses laporan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dialami Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar Amnasmen.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, terlapor dalam kasus ini adalah salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Padang bernama Rita Sumarni.

baca juga: Gus Nur Ditetapkan Jadi Tersangka, Pengacara Subut Tidak Sesuai Aturan Hukum

"Yang bersangkutan sudah datang siang ini ke Mapolda untuk diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Subdit Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar ," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Kamis (4/6/2020).

Ia mengakui surat pemanggilan Rita itu untuk meminta klarifikasi terhadap kasus yang dilaporkan Ketua KPU. Satake menambahkan, sebelumnya penyidik melayangkan surat pemanggilan Rita Sumarni kepada Kepala BPBD. Alasannya karena yang bersangkutan di bawah BPBD.

baca juga: Terus Melonjak, Angka Positif Corona di Indonesia Sudah 385.980 Kasus

"Ditambah dengan Rita Sumarni, hingga saat ini penyidik sudah memeriksa 6 orang saksi atas laporan Ketua KPU Sumbar," ujarnya.

Seperti diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya, Ketua KPU Sumbar Amnasmen mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumbar , Sabtu (16/5/2020). Kedatangannya ke Polda Sumbar , dikabarkan untuk melaporkan seorang petugas Posko COVID-19 di Lubuk Peraku, Kota Padang.

baca juga: Senin Depan, Mabes Polri Akan Rilis Detail Kasus Gus Nur

Dari informasi yang dihimpun, Amnasmen mendatangi Polda Sumbar sekira pukul 10.00 WIB. Penasehat Hukum Amnasmen, Aermadepa mengatakan, kami melaporkan postingan Facebook oknum petugas posko COVID-19 Lubuk Peraku atas nama Rita Sumarni.

"Dalam postingan tersebut, ada KTP dan tiga buah video, itu yang kami laporkan. Sebagaimana diatur dalam Undang-undang ITE, itu ada mengandung unsur pencemaran baik penyampaian nama baik yang diatur dalam pasal 27 ayat 3, dan penyampaian identitas tidak persetujuan yang seharusnya dilindungi tanpa persetujuan yang bersangkutan," katanya di Mapolda Sumbar, Sabtu (16/5/2020).

baca juga: Inggris Uji Coba Tes Air Liur Untuk Deteksi Virus COVID-19

Aermadepa menambahkan, pihaknya tidak mempersoalkan insiden yang terjadi di Posko COVID-19 tersebut. "Kami hanya fokus pada postingan Facebook. Bukan pada tidak selesai atau selesainya, tapi tidak mempersoalkan," ujarnya.

Aermadepa melanjutkan, proses saat ini baru sebatas pengaduan karena hari ini hari Sabtu. "Hari Senin nanti baru diteruskan ke Ditreskrimsus, baru nanti ada prosesnya, udah laporan sifatnya," tuturnya.

Sebelumnya, Amnasmen mengungkapkan, dari postingan Facebook atas nama Rita Sumarni tersebut, dirinya merasa yang bersangkutan menyalahgunakan KTP yang saya tinggalkan dan juga rekaman tersebut untuk kepentingan pribadinya di Facebook.

"Saya merasa yang bersangkutan dengan sengaja menyerang kehormatan saya," katanya kepada KLIKPOSITIF , Jumat (15/5/2020) kemarin.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu membenarkan laporan Ketua KPU Sumbar ke Mapolda Sumbar. "Kita sudah terima laporannya, tentu akan kita proses lebih lanjut," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF .

Editor: Muhammad Haikal