Penjelasan Ahli Epidemiologi Unand Terkait Positif COVID-19 Tanpa Riwayat Kontak dan Perjalanan

Ahli Epidemiologi Unand Defriman Djafri
Ahli Epidemiologi Unand Defriman Djafri (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumbar melaporkan 13 orang penambahan positif COVID-19 per 5 Juni 2020. Lima orang diantaranya disampaikan tidak ada riwayat kontak dan riwayat perjalanan.

Dari keterangan tertulis yang diterima KLIKPOSITIF , 5 orang tersebut berasal dari Kota Padang yakni, perempuan berusia 77 tahun, warga Ulak Karang, status ibu rumah tangga, meninggal dunia, dan perempuan berusia 32 tahun, warga Cupak Tangah, status ibu rumah tangga, penanganan isolasi mandiri sementara.

baca juga: Pandemi COVID-19, Momentum Transisi ke Energi Terbarukan

Kemudian, laki-laki berusia 69 tahun, warga Rawang, pekerjaan buruh, penanganan dirawat di RS Tentara Reksodiwiryo, dan perempuan berusia 46 tahun, warga Sebarang Palinggam, status ibu rumah tangga, tidak ada , penanganan dirawat di RS Tentara Reksodiwiryo. Terakhir, laki-laki berusia 55 tahun, warga Kuranji, pekerjaan aparatur sipil negara, penanganan dirawat di RS. BMC Padang.

Menanggapi hal tersebut, Ahli Epidemiologi Universitas Andalas Defriman Djafri mengatakan, hal seperti itu harus dipastikan dia (pasien) kemana saja atau di rumah saja selama ini, apa benar-benar yakin seperti itu, harus didalami kembali.

baca juga: Ahli Sebut Indonesia Gagal Kendalikan Wabah COVID-19, Kenapa?

Menurutnya, ada yang benar-benar tanpa gejala bukan Orang Tanpa Gejala (OTG). OTG yang memiliki riwayat kontak, sedangkan ada yang benar-benar tanpa gejala tanpa riwayat kontak.

"Ini biasanya tertular melalui droplet orang yang mungkin tanpa gejala juga sebelumnya tapi belum terdeteksi," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Jumat (5/6/2020).

baca juga: Tahun Ajaran Baru Dimulai, Waspadai Klaster COVID-19 Baru

Ia menegaskan, tidak mungkin orang yang dinyatakan positif COVID-19, tiba-tiba positif begitu saja.

"Dia kontak dengan orang lain yang mungkin dianggap bukan yang positif, padahal orang itu belum di tes, padahal sesungguhnya positif tanpa gejala (Asymptomatic)," ujarnya.

baca juga: WHO: Banyak Negara Salah Arah Tangani Virus Corona

Defriman menyebutkan, langkah seharusnya yang diambil oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 atas penemuan seperti ini, melalukan kontak tracing harus lebih giat dan tajam lagi dalam menggali.

"Kemudian pastikan para OTG yang telah terdeteksi benar-benar isolasi mandiri secara benar, jangan keluyuran, apalagi dengan New Normal kedepannya," ujarnya lagi.

"Siap-siap terjadi ledakan kasus, apalagi yang terinfeksi orang-orang yang komorbid, ini yang berbahaya, kemungkinan besar sangat berisiko untuk meninggal," pungkasnya kemudian.

Editor: Muhammad Haikal