Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Konservasi Penyu Jambak Sea Turtle Camp Lepas Puluhan Tukik

Tukik Saat Akan Dilepaskan
Tukik Saat Akan Dilepaskan (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Konservasi Penyu Jambak Sea Turtle Camp Pokmaswas Samudera, lepaskan puluhan tanak penyu (tukik) ke lautan luas. Pelepasan tukik tersebut, dilakukan bersama-sama anak-anak untuk memberikan edukasi akan pentingnya pelestarian penyu .

Aktivis Konservasi Penyu Jambak Sea Turtle Camp Pokmaswas Samudera, Pati Hari Yose mengatakan, kegiatan pelepasan tukik dalam suasana memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia.

baca juga: Pemuda di Pasbar Lakukan Hal Ini untuk Selamatkan Penyu dari Kepunahan

"Untuk hari ini kita melepas sebanyak 55 ekor jenis penyu lekang dengan nama latin Lepidochelys Olivacea," katanya usai pelepasan di Pantai Pasir Jambak, Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (6/6/2020) sore.

Sebelum pelepasan dilakukan, ia meminta orang tua dan anak-anak untuk tetap menggunakan protokol kesehatan COVID-19, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

baca juga: Hampir Semua Penyu Hijau Berjenis Kelamin Betina, Ini Ternyata Penyebabnya

Yose menambahkan, telur penyu yang ditetaskan diperoleh dari hasil patroli yang dilakukan, kemudian ada juga dari masyarakat yang menemukan lalu menyerahkannya.

"Diperkirakan sudah ada 50 ribu tukik yang kita lepaskan sejak konservasi ini berdiri pada 2014 lalu. Kendala saat ini, masih ada masyarakat sekitar yang bergantung hidup dengan mencari telur penyu untuk dijual," ujarnya.

baca juga: Miris, Penyu Hijau Jadi Hidangan di Kota Cebu

Yose melanjutkan, di Sumbar terdapat beberapa jenis penyu , yakni penyu sisik, lekang, hijau, dan belimbing. Diantaranya yang paling langka adalah penyu Belimbing (Dermochelys Coriacea) dan hanya terdapat di Kepulauan Mentawai.

Yose menuturkan, pihaknya telah memberikan sosialiasasi agar nelayan atau masyarakat tidak menjual telur penyu untuk dikonsumsi, tapi diserahkan kepada pihaknya untuk ditetaskan.

baca juga: Cerita Pati Hari Yose yang Rela Jual 6 Vespa Demi Selamatkan Penyu

Menurutnya, dari yang dilepaskan tersebut tidak semuanya yang dapat tumbuh besar karena adanya predator yang akan memangsanya. Dalam proses agar dapat menetas membutuhkan waktu inkubasi selama 55 hari. Namun, jika berhasil tumbuh besar, usianya dapat mencapai ratusan tahun, penyu akan kembali, dimana pantai mereka dilepaskan, dan akan bertelur dimana mereka dilepaskan.

"Perbandingan tukik ini bisa selamat 1:1000. Kalau untuk telurnya ditakutkan dimakan biawak, anjing liar dan lainnya. Namun, kalau sudah dilepas bisa dimakan oleh ikan yang lebih besar ukurannya," tuturnya.

Editor: Muhammad Haikal