Upaya Pemulihan Ekonomi Sumbar di Era Tatanan Kenormalan Baru

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menggelar rapat terbatas bidang ekonomi terkait dampak akibat pandemi Corona atau COVID-19 di Sumbar bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Aula Kantor Gubernur, Sabtu (13/6/2020).

Menurut Irwan Prayitno, COVID-19 berdampak pada defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020. Maka, perlu dilakukan penyusunan program dan kegiatan untuk pemulihan ekonomi Sumbar dikehidupan kenormalan baru ini.

baca juga: Seorang Pasien Positif COVID-19 Meninggal di RSUD Batusangkar, 8 Pasien Lainnya Masih Dirawat

Dia menyampaikan ada beberapa poin yang harus di perhatian di tatanan kehidupan normal baru ini, Pertama bidang kesehatan.

"Kita telah bekerja keras untuk memutus mata rantai COVID-19 di Sumbar. Alhamdulillah dengan penularan Corona sudah melandai dan berhenti di kabupaten dan kota, kecuali di Kota Padang juga berangsur kurang, termasuk di klasternya Pasar Raya," ungkap Irwan.

baca juga: Pemkab Pessel Anggarkan Rp88,4 Miliar untuk Penanganan Covid-19, Ini Rincian Kegunaannya

Kedua bidang ekonomi, untuk memutus mata rantai COVID-19, dilakukan PSBB, akibatnya orang tidak bekerja. Sehingga perlu diberikan bantuan.

"Untuk bantuan sosial sudah jalan. Untuk bantuan bulan Juni, hari senin depan sudah bisa dicairkan," ujarnya.

baca juga: Hari Ini, 12 Warga Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Kasus Positif Aktif Jadi 315 Orang

Lanjut Gubernur menyampaikan pemulihan ekonomi ini sangat penting dengan di berhentikannya PSBB. Secara perlahan sektor-sektor ekonomi mulai di buka kembali seperti mal dan pasar.

Dari Pendataan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tertinggi adalah di bidang pertanian 24 persen itu mencakup pertanian, perikanan, kehutanan. Ini cocok dengan jumlah tenaga kerja yang ada di Sumbar yaitu di bidang pertanian hampir 52 persen.

baca juga: Kampung Bahari Nusantara Sungai Pisang Diyakini Masyarakat Bahari

Ketiga, yaitu bidang Pariwisati dengan dibukanya sektor pawisata maka UMKM yang ada di sekitar akan berjalan kembali. Pihaknya berencana memberikan tambahan modal untuk UMKM melalui kerja sama antara pemerintah dengan perbankan atau lembaga terkait.

"Pemulihan ekomoni ini kita targetkan sampai akhir tahun ini," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir