Akibat Pandemi, Arab Saudi Pertimbangkan Batalkan Ibadah Haji

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Kerajaan Arab Saudi sedang mempertimbangkan membatalkan ibadah haji untuk pertama kalinya dalam sejarah. Dilansir dari Gulf News Arab Saudi sedang mempertimbangkan pembatalan ibadah haji untuk pertama kalinya sejak berdirinya Kerajaan pada tahun 1932.

Kebijakan ini dipertimbangkan setelah jumlah infeksi virus corona melebihi 100.000. Seorang pejabat senior di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan kepada surat kabar Inggris Financial Times mengenai kemungkinan tersebut.

baca juga: Arab Saudi Kembali Izinkan Umrah dengan Syarat, Kemenag: Kami Berharap Jemaah Indonesia Tidak Harus Dipersyaratakan Seperti Itu

"Kasus ini telah dipelajari dengan cermat dan berbagai skenario sedang dipertimbangkan. Keputusan resmi akan diambil dalam waktu seminggu," kata pejabat tersebut.

Ibadah haji yang dijadwalkan akhir Juli tahun 2020, adalah salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia, dengan lebih dari dua juta jemaah mengunjungi Kerajaan untuk melakukan ibadah.

baca juga: Windy Cantika Aisah, Sumbang Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo

Selain menjadi salah satu rukun Islam, ibadah haji juga merupakan sumber utama pendapatan asing untuk Riyadh. "Data resmi menunjukkan haji dan umrah menghasilkan sekitar 12 miliar dolar per tahun," tulis Reuters.

Pada bulan Maret, ketika kasus Covid-19 mulai meningkat, Arab Saudi meminta negara-negara untuk menunda rencana haji dan menangguhkan umrah.

baca juga: Jutaan Dosis Vaksin Sinopharm Tiba di Tanah Air, Bakal Percepat Vaksinasi Gotong Royong

Reuters mencatat bahwa beberapa pejabat Saudi berusaha untuk membatalkan ibadah haji tahun ini. Menurut dua pejabat yang berwenang dalam urusan Haji dan Umrah mengatakan Arab Saudi hanya dapat memberikan izin untuk "angka simbolis" jemaah haji tahun ini, dengan pembatasan seperti larangan bagi jemaah yang sudah lanjut usia dan pemeriksaan kesehatan tambahan.

Dengan prosedur ketat, pihak berwenang kemungkinan akan membatasi hanya 20 persen dari kuota jemaah reguler masing-masing negara yang boleh berangkat menunaikan ibadah haji .

baca juga: Arab Saudi Mulai Gelar Penyelenggaraan Ibadah Haji, Ada 327 WNI yang Menjadi Jemaah

Indonesia mengambil langkah untuk membatalkan ibadah haji tahun 2020. Kementerian Agama menyebutkan bahwa pihak berwenang Arab Saudi tidak kunjung memberikan kepastian. Sekitar 220.000 orang dari Indonesia biasa berpartisipasi dalam ibadah haji setiap tahun.

Malaysia juga mengikuti langkah Indonesia untuk membatalkan ibadah haji tahun ini karena pandemi Covid-19 yang masih terus menyebar.

Singapura juga dikabarkan telah menunda partisipasinya dalam ibadah haji tahun ini.

Editor: Ramadhani