Kembali Dibuka, Ribuan Pendaki Padati Marapi dan Singgalang

Marapi dan Singgalang dari Ngarai Sianok
Marapi dan Singgalang dari Ngarai Sianok (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF -Jalur pendakian Gunung Marapi dan Singgalang kembali dibuka awal bulan ini setelah sempat ditutup untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Akibatnya, kedua gunung tersebut kembali dipadati pengunjung seperti sebelum menyebarnya penularan virus corona. Puncak keramaian, seperti biasa yakni Sabtu malam.

baca juga: Tengah Malam, Pendaki yang Jatuh di Cadas Marapi Dilarikan ke Rumah Sakit

Petugas Pos Pendakian Koto Baru Gunung Marapi Aris menyebut, ada ribuan pendaki dari berbagai daerah yang menanjak ke gunung setinggi 2891 meter diatas permukaan laut itu.

"Ada 2000 pendaki yang naik Sabtu-Minggu kemaren. Para pendaki menjalankan protokol kesehatan saat mendaftar di pos," sebut Aris saat dikonfirmasi via aplikasi instan, Senin 15 Juni 2020.

baca juga: Pendaki yang Terjatuh di Marapi Alami Cedera Kepala, Tim Lakukan Evakuasi Malam Ini

Aris mengatakan, jalur Marapi dibuka kembali sejak 6 Juni 2020 setelah tertutup mulai awal Maret silam. Pendaki yang ke Marapi , wajib pakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir di Pos Pendakian.

Tentu saja, jumlah ini jauh berkurang dibanding saat-saat libur besar seperti 17 Agustus yang bisa dikunjungi 5000an orang.

baca juga: Kondisi Terkini Pendaki yang Terjatuh di Marapi

Sementara pendakian di Gunung Singgalang , dibuka sejak 7 Juni 2020. Pendaki naik di Pos Pandai Sikek, jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding Marapi .

"Kalau di Singgalang pendaki berjumlah 200an. Pendaki yang datang berasal dari dalam Sumatera Barat, belum ada dari luar," sebut Keamanan Posko Jaga Pendakian Singgalang Remon.

baca juga: Pendaki Dilaporkan Jatuh ke Kawah Gunung Marapi, Tim Penolong Sedang Menuju Puncak

Pendakian Marapi , memang lebih diminati dibanding Singgalang . Hal ini dikarenakan, Marapi tracknya lebih mudah dan jarak tempuh terbilang singkat yakni kisaran 4,5 jam. Sementara di Singgalang yang terkenal dengan Telaga Dewinya itu waktu tempuh rataan 7,5-8 jam.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera