Zonasi PPDB, Kadisdik Sumbar: Calon Siswa Bersekolah di Sekolah Terdekat dari Rumahnya

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi membuka pendaftaran penerimaan peserta didik baru ( PPDB tahun 2020/2021 dengan sistem zonasi tempat tinggal

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri menjelaskan, zonasi tempat tinggal mewajibkan calon siswa bersekolah di SMA/SMK terdekat dari rumah mereka.

baca juga: Muhaimin Iskandar: Pajak Pendidikan Tidak Sesuai dengan Tujuan Dasar Bernegara

"Dalam sistem zonasi ini calon siswa bersekolah di SMA/SMK terdekat dari rumah mereka. Ini sesuai dengan sistem yang diterapkan pusat untuk PPDB ," jelasnya saat jumpa di Padang, Selasa, 16 Juni 2020.

Adib menegaskan, calon siswa yang mendaftar diluar ketentuan seperti memilih sekolah yang jaraknya jauh dari tempat tinggal mereka tidak akan lulus penerimaan.

baca juga: Termasuk Pajak Sembako dan Jasa Pendidikan, DJP Sebut Ciptakan Keadilan Bagi Masyarakat

"Untuk SMA jangan sampai memilih sekolah yang jaraknya jauh dari rumah. Kemungkinan lulus kecil, sebab dibaca sistem saat pendaftaran dan verifikasi. Perlu kami tekankan, pemilihan sekolah hanya boleh satu sekolah untuk SMA dan dua pilihan untuk SMK," terangnya.

Disampaikannya, zonasi tempat tinggal akan menghapus sekolah untuk yang selama ini jadi incaran orang tua. Zonasi juga sebagai pemerataan pendidikan tingkat sekolah menengah sederajat.

baca juga: PPDB SD Kota Padang Dimulai

"Jadi tidak ada lagi sekolah unggulan. Kedepan guru-guru juga akan kita lebur, guru yang saat ini di sekolah unggulan akan disebar. Termasuk anak pejabat bersekolah di sekolah dekat dari mereka tinggal," katanya.

Dilanjutkan Adib, PPDB untuk SMA tahun ini menerapkan beberapa ketentuan yakni jalur zonasi paling kurang 50 persen dari daya tampung sekolah. Kemudian jalur prestasi maksimal 30 persen dari daya tampung, jalur afirmasi dan inklusif minimal 15 Persen dari daya tampung dan jalur perpindahan orang tua atau wali paling banyak 5 persen dari daya tampung.

baca juga: Fakultas Teknologi Industri UBH Targetkan Raih Akreditasi Internasional

Sedangkan untuk PPDB SMK, jalur seleksi nilai rapor minimal 70 persen dari daya tampung, jalur prestasi maksimal 20 persen dari daya tampung, jalur inklusif minimal 5 persen dari daya tampung dan jalur anak guru dan tenaga kependidikan maksimal 5 persen dari daya tampung.

"Ini harus dipahami dan diketahui oleh pendaftar agar tidak persoalan dalam PPDB saat mendaftar," sebutnya.

Sementara itu Kabid SMA Disdik Sumbar sekaligus menjabat Ketua Panitia PPDB SMA/ SMK Suryanto menyampaikan, daya tampung sekolah di Sumbar untuk SMA sebanyak 50 ribu siswa dan 26 ribu SMK.

"Tapi ini masih menunggu data pasti setelah kelulusan dan kenaikan kelas," jelasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir