Beijing Kembali Laporkan Lebih dari 100 Kasus Virus Corona

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Lebih dari 100 orang di Beijing telah terinfeksi virus corona saat pemerintah China bergegas mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Peningkatan ini terjadi ketika para pejabat mengunci lingkungan ketiga di Beijing pada Selasa. Demikian seperti dilansir dari New York Post.

baca juga: Seorang Pasien Positif COVID-19 Meninggal di RSUD Batusangkar, 8 Pasien Lainnya Masih Dirawat

China melaporkan 40 kasus lebih banyak coronavirus di seluruh negeri sampai akhir Senin, termasuk 27 di Beijing. Itu membawa jumlah total infeksi menjadi 106 sejak kami lalu.

Kini setidaknya satu pasien dalam kondisi kritis dan dua dalam kondisi serius. Empat kasus juga dilaporkan di provinsi tetangga, Hebei, dengan tiga terkait dengan wabah di Beijing.

baca juga: Pemkab Pessel Anggarkan Rp88,4 Miliar untuk Penanganan Covid-19, Ini Rincian Kegunaannya

Sebagian besar kasus terhubung ke pasar makanan grosir Xinfadi. Warga didesak untuk dites jika mereka mengunjungi pasar dalam dua minggu terakhir atau melakukan kontak dengan seseorang yang melakukannya.

Penyebaran awal terjadi di kalangan pekerja pasar, menurut Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok.

baca juga: Hari Ini, 12 Warga Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Kasus Positif Aktif Jadi 315 Orang

Dia mengatakan wabah baru-baru ini terdeteksi cukup awal untuk dapat menahannya.

"Bagi mereka yang terinfeksi, mereka akan mulai menunjukkan gejala besok atau lusa. Jadi, jika tidak ada peningkatan tajam dari kasus yang baru dilaporkan besok atau lusa, wabah kali ini pada dasarnya akan tetap pada skala saat ini," kata dia.

baca juga: Kampung Bahari Nusantara Sungai Pisang Diyakini Masyarakat Bahari

China telah melonggarkan banyak pembatasan sejak mengumumkan kemenangan atas coronavirus pada bulan Maret. Penyakit itu pertama kali terdeteksi di pusat kota Wuhan di Cina akhir tahun lalu.

Negara ini telah mencatat 84.378 kasus dikonfirmasi virus corona dan 4.638 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins.

Sumber: suara.com

Editor: Rezka Delpiera