Dua Pesan Ibunda Nasrul Abit Sebelum Wafat

Nasrul Abit dan ibunya
Nasrul Abit dan ibunya (Istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF - Jenazah Syamsinar ibunda Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai, dimakamkan di pemakaman keluarga Kampung Labuhan Tanjak, Nagari Air Haji Barat, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (17/6).

Syamsinar wafat pada usia 87 tahun pada Selasa (16/6) sekitar 13:00 WIB. Meninggal 7 orang anak (3 laki-laki dan empat perempuan).

baca juga: Dilantik Nasrul Abit, Zul Elfian Pimpin Mabi Kwarcab Pramuka Kota Solok

Jenazah dimakamkan sekitar 10.00 WIB di sebelah makam suaminya. Almarhumah Syamsinar sakit stroke yang cukup lama dideritanya.

Sebelumnya wafat, ibu orang nomor dua di Sumbar itu meninggalkan dua pesan kepada tiga anak laki-lakinya.

baca juga: Nasrul Abit Jadi Duta Vaksin Lansia: Alhamdulillah Tidak Ada Perubahan Setelah Disuntik

"Cintailah orang-orang diseliling kita dan janganlah engkau sia-sia mereka. Sekali saja engkau gores hatinya, maka mereka akan membalasnya seribu kali lipat. Dan jadilah seorang pemimpin mampu menyentuh hati orang lain, lakukan secara bijak janganlah mengharapkan sesuatu pada mereka, sebelum meminta mereka melakukan sesuatu." bunyi pesan yang disampaikan sebelum wafat.

Menurut Nasrul Abit , Amak (panggilan kepada ibu) sepertinya sudah punya firasat dan meminta keenam anaknya untuk berkumpul dan sempat berpesan untuk dikuburkan sebelah ayah. Setelah itu kondisi kesehatan beliau mulai drop hingga akhirnya wafat.

baca juga: Nasrul Abit, Berawal Wabup Berakhir Wagub

"Amak sangat mencintai anak-anaknya, Amak telah memberikan motivasi terbaik bagi kami, semoga Amak tenang di Surga," ucapnya.

Sebelum penyelenggaraan jenazah, Pukul 08.00 WIB Nasrul Abit bersama adiknya Yusuf Abit menyempatkan diri untuk mengawali penggalian liang kubur yang tepat bersebelahan dengan makam Ayah H. Abit Bin Tentap yang meninggal pada usia 92 tahun, pada tahun 2011 yang lalu. (*)

baca juga: Serah Terima Tugas, Plh Gubernur Sumbar: Pemerintahan Harus Tetap Berjalan

Editor: Joni Abdul Kasir