Stok Terbatas, Harga Ayam Potong di Pariaman dan Padang Pariaman Naik

Ayam potong di pasar Pariaman
Ayam potong di pasar Pariaman (rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Harga ayam potong mengalami kenaikan di pasar Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman . Diketahui dari pedagang, satu ekor ayam mencapai Rp60.000 bahkan sempat Rp80.000.

Dari pengakuan para pedagang yang KLIKPOSITIF temui di Pasar Rakyat Pariaman dan Pasar Sungai Geringging serta Pasar Aua Malintang, mengatakan kenaikan harga semenjak New Normal.

baca juga: Pariaman Urutan 5 Paling Bawah Capaian Vaksin Sumbar, Ini Tanggapan Wali Kota

"Iya, semenjak New Normal harga mulai naik, itu karena stok ayam terbatas, susah dapatkan ayam sekarang," jelas Metrizal, di los daging ayam, pasar Pariaman , Rabu sore 17 Juni 2020.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk saat ini satu ekor ayam dibanderol seharga 50 hingga 65 ribu rupiah. "Nah kalau empat hari belakangan harga lebih dari segitu," sebut pria 38 tahun yang kerap dipanggil Met itu.

baca juga: Naik Tipis di Akhir November, Emas Batangan Dijual Rp 930 Ribu Per Gram

Perihal kenaikan harga itu, kata Met lagi, tambah membuat pembeli semakin berkurang. "Ya pembeli semakin sedikit, harga naik selain itu efek virus Corona juga masih membuat pembeli sepi ke pasar ," ulasnya.

Persoalan yang sama juga ditemukan di pasar pada kawasan Kabupaten Padang Pariaman . Salah satu pedagang ayam potong, Jamaluddin (36) saat ditemui di pasar Sungai Geringgiang mengeluhkan hal yang sama.

baca juga: Genius Umar: Tingkatkan Kesadaran sebagai ASN

"Benar, pembeli masih sedikit, tidak seperti biasanya, tambah lagi harga ayam naik. Sekarang satu kilo kami menjual dari harga 20 hingga 25 ribu rupiah," ungkap pedagang yang biasa disapa Jamal.

Kisaran harga tersebut dikatakan Jamal sudah berlangsung selama satu pekan belakangan. Untuk satu ekor ayam potong, kata Jamal, sempat mencapai Rp80 ribu.

baca juga: PKBM Dharma Nagari Solok Selatan Latih Barrista Kopi Dengan Program Life Skill

Kendatipun demikian, katanya lagi, meski harga ayam potong naik, pembeli di pasar Sungai Geringiang selalu ada lantaran adat di kawasan itu mengharuskan membawa ayam singgang pada suatu prosesi adat.

Seperti yang dikatakan salah satu warga Sungai Geringgiang yang bernama Niki Saputri (40). Ibu rumah tangga itu saat ditemui tengah membeli ayam.

"Gimana lagi, naikpun harga ayam tetap dibeli. Ini sudah jadi adat untuk bawa ayam singgang atau ayam songnggeng," jelas Niki.

Penulis: Rehasa | Editor: Ramadhani