Harau Mendunia, Kampung Korea Jepang Hadir di Lembah Harau

Suasana salah satu spot Kampung Korea Jepang di Kawasan Kampuang Sarosah, Lembah Harau
Suasana salah satu spot Kampung Korea Jepang di Kawasan Kampuang Sarosah, Lembah Harau (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA, KLIKPOSITIF -

Pasca diberlakukannya tatanan normal baru, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota kembali membuka objek wisata unggulannya Lembah Harau. Selain wisata alam dengan bentangan tebing dan air terjun, Lembah Harau juga dikenal dengan wisata ala luar negeri dan beberapa theme park yang berlokasi di Kawasan Kampuang Sarosah.

Hasil pantauan KLIKPOSITIF , Kamis 18 Juni 2020, Kawasan Kampuang Sarosah yang memiliki spot bangunan Rumah Gadang sebagai tempat penginapan ini juga memiliki spot unggulan lain. Sebelumnya sempat viral adanya Kampung Eropa yang menghadirkan miniatur lokasi terkenal di dunia seperti Menara Eiffel, Menara Pisa Roma, Jembatan San Fransisco, Big Ben London, dan beberapa tempat terkenal di Eropa lainnya.

baca juga: M. Zuhrizul Pimpin IATTA Sumbar, Fokus Kesiapan SDM Wisata Minat Khusus

Kini, Kawasan Kampuang Sarosah seluas 10 hektare ini juga kembali menghadirkan theme park baru yaitu Kampung Korea Jepang. Spot ini sendiri menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik yang datang ke Kampuang Sarosah di Lembah Harau yang dikelola oleh pihak swasta ini.

Sebab bangunan menyerupai suasana di Korea dan Jepang membuat Kawasan Kampuang Sarosah menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung, khususnya di era tatanan normal baru saat ini. Manajer Kampuang Sarosah dr. Puti Intan Shubury saat dihubungi KLIKPOSITIF mengatakan Kampung Korea Jepang adalah spot teranyar yang baru dibuka pada Senin 15 Juni 2020 lalu.

baca juga: Amankan Libur Lebaran dan Jaga Prokes, Puluhan Personel Satpol PP Ditugaskan 24 Jam

"Ide ini memang melihat lahir setelah melihat objek wisata yang ada di Pulau Jawa dengan target wisatawan domestik seperti Pekanbaru, Padang, Bukittinggi, dan daerah lainnya di Sumbar sekitarnya. Di sini juga banyak spot foto seperti Rumah Gadang, Kampung Eropa, Kampung Korea Jepang, dan latar belakang tebing Lembah Harau," kata dr. Intan.

Ia menjelaskan saat ini baru ada 2 theme park yang berada di Kawasan Kampuang Sarosah. Namun ke depannya, ia juga tengah mempersiapkan satu spot menarik lagi yaitu Secret Garden yang masih dalam tahap pengerjaan.

baca juga: 7 Makanan Khas Malaysia yang Wajib Dicicip

"Kalau untuk masuk Kawasan Kampuang Sarosah saat ini ada 2 tiket masuk yaitu tiket satuan dan tiket terusan. Untuk tiket satuan, masuk Kampung Sarosah dikenakan biaya Rp5.000 dan untuk masuk Asian Heritage atau Kampung Korea Jepang dan Kampung Eropa dikenakan Rp15.000 masing-masingnya," ujarnya.

Sehingga dijelaskannya kalau tiket satuan ini ditotalkan menjadi Rp35.000. Namun untuk tiket terusan, pengunjung cukup membayar Rp30.000 agar bisa masuk Kampuang Sarosah, Kampung Eropa, dan Kampung Korea Jepang serta hemat Rp5.000.

baca juga: Puskesmas Andalas Telah Vaksin Ribuan Warga

"Sedangkan untuk anak-anak di bawah 7 tahun, tidak dikenakan biaya tiket masuk. Tapi untuk menikmati wahana lain seperti main sepeda air, main sampan, panahan, sewa kostum, piknik, penginapan, aula pertemuan, dan kalau acara outbound juga bisa, team building dan camping akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan tarif masing-masing wahana," katanya.

Selain itu, pengelola Kampuang Sarosah juga menyediakan jasa sewa baju khas Korea Jepang. Kemudian selain menikmati suasana Lembah Harau dengan berbagai wahana dan spot menarik, pengunjung juga dapat melakukan wisata edukatif dengan mengunjungi Wisata Petik Stroberi yang terletak di sisi kiri pintu masuk Kawasan Kampuang Sarosah.

"Khusus saat New Normal atau tatanan normal baru ini kami mulai buka pukul 09.00 WIB dan untuk menerima tamu terakhir pukul 17.00 WIB. Kemudian maksimal pengunjung dapat menikmati Kawasan Kampuang Sarosah ini adalah pukul 18.00 WIB. Di sini, biaya parkir free dan memiliki daya tampung parkir cukup banyak baik kendaraan roda dua atau roda empat," ujar Manajer Kampuang Sarosah yang juga berprofesi sebagai seorang dokter tersebut.

Kampuang Sarosah ini sendiri kurang lebih 2 bulan dilakukan penututup berdasarkan imbauan dari Pemkab karena merupakan salah satu langkah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Pihaknya juga telah menyiapkan kebutuhan untuk protokol kesehatan seperti thermo gun, face shield, masker, wastafel untuk cuci tangan, pembatasan jumlah pengunjung perhari, poster dan spanduk imbauan pencegahan COVID-19.

"Kami berharap dari segi bisnis pariwisata, kegiatan berwisata tidak ada terganggu dan tidak ada penambahan kasus baru. Kemudian untuk masyarakat atau pengunjung semoga semakin sadar akan hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan sebagaimana telah diatur dalam Perbup No 31 Tahun 2020, terutama pasal 29," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Ramadhani