Pengakuan Pencongkel ATM yang Diamankan di Pessel, Belajar dari YouTube Hingga Berwisata ke Sumbar

Otak Pelaku Pencongkel ATM M (25) Saat Diinterograsi Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda
Otak Pelaku Pencongkel ATM M (25) Saat Diinterograsi Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Lima orang kawanan pencongkel Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berhasil dibekuk di Tarusan - Pesisir Selatan, Sabtu (20/6/2020) lalu, menjalani proses hukum di Polresta Padang . Selain di proses di Polresta Padang , proses pemeriksaan juga berjalan oleh Polres Bukittinggi .

Dari informasi yang dihimpun KLIKPOSITIF , kawanan pencuri tersebut, datang ke Sumbar pada Senin (15/6/2020) lalu kemudian beraksi selama tiga hari di Kota Bukittinggi dan tiga hari kemudian beraksi di Kota Padang , hingga dibekuk petugas.

baca juga: Update COVID-19 di Bukittinggi, 811 Sampel Negatif

Otak pelaku M (25) mengaku, tujuannya mencuri dari Lampung ke Sumbar sambil berwisata dengan empat orang rekannya. Keempatnya yakni, W (28), AS (27), CP (27) dan I (41).

Ia menceritakan, cara mengambil uang di ATM dengan cara mencongkel, sementara uang yang bisa diambil hanya sebatas maksimal pengambilan di mesin ATM atau sebesar Rp1,2 juta.

baca juga: Ber KTP Bengkulu, Satu Keluarga Dinyatakan Positif COVID-19 dan Dirawat di RSAM Bukittinggi

"Saat uang akan keluar dari mesin, segera dicongkel agar saldo tidak berkurang, sebelum beraksi CCTV di ATM dimatikan dulu dengan cara mencabut saklar. Cara ini saya dapatkan dari menonton YouTube," katanya di Mapolresta Padang, Senin (22/6/2020).

M menyebutkan, peran rekan-rekannya yang ikut saat mengambil, sebagai pemantau orang dari luar, dan satu lagi sebagai sopir.

baca juga: Proklamator Akan Milad, Yuk Kunjungi Rumah Kelahiran Bung Hatta

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, para pelaku pencongkel ATM tersebut diproses karena beroperasi di wilayah hukum Polresta Padang . Pengungkapan berawal dari kecurigaan petugas pengisi uang ATM, kemudian membuntuti pelaku.

"Untuk kawanan ini merupakan penjahat lintas provinsi dan beraksi di dua kota, Kota Bukittinggi dan Kota Padang . Dari tangan pelaku, ditemukan barang bukti berupa obeng untuk mencongkel mesin ATM, sejumlah ATM, uang hasil dari ATM sebesar Rp4,75 juta rupiah, barang-barang yang diduga dibeli dengan uang hasil pencurian," katanya.

baca juga: Kubus Apung Dipasang Kembali, DLH: Lokasi Ini Lebih Pas

Rico menambahkan, pelaku merupakan komplotan lintas provinsi, aksinya tidak hanya dilakukan di Sumbar dan satu kota saja, namun beberapa kota termasuk di Lampung. "Mereka diamankan sekitar 10 jam usai dibuntuti dari Padang dan kemudian dibekuk anggota Brimob Polda Sumbar dan Kepolisian Sektor (Polsek) Koto XI Tarusan yang melakukan pengejaran," tuturnya.

"Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman tujuh tahun penjara," pungkasnya kemudian.

Editor: Muhammad Haikal