Irwan Prayitno: Ketahanan Keluarga Penting untuk Menghadapi Pandemi COVID-19

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menjadi Narasumber dalam webinar (seminar online) terkait Hari Keluarga Nasional yang bertema "Keluarga Tangguh di Era COVID-19" di ruang kerja, Senin (22/6).

Irwan mengatakan, wabah corona dinyatakan sebagai pandemi yang sangat membahayakan seluruh dunia termasuk Indonesia.

baca juga: Hari Ini 11 Warga Tanah Datar Positif COVID-19, Satu Orang Meninggal Dunia

"Untuk itu, kita dipaksa untuk menguatkan ketahanan keluargan saat tantangan yang besar muncul yaitu pandemi COVID-19 yang semakin berat, di Sumbar saat ini sudah melandai," katanya.

Irwan Prayitno berharap, setiap keluarga harus bisa meningkatkan komunikasi dan interaksi dalam keluarga, mendorong ekspresi saling peduli, menjaga, dan melindungi keluarga agar tidak terpapar COVID-19.

baca juga: Gubernur Sumbar Minta Perayaan Maulid Nabi Menggunakan Masker, Cuci Tangan dan Jaga Jarak

Meningkatkan keterampilan hidup dalam sistem keluarga, khususnya kepada anak dan generasi muda dengan meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, dan tetap produktif di masa Work From Home (WFH) dan isolasi mandiri.

Pada kesempatan itu, Irwan mengapresiasi tahapan Hari Keluaga Nasional (Harganas) oleh BKKBN pusat dan Sumbar.

baca juga: Libur dan Cuti Bersama, Pjs Bupati Solsel Ingatkan Hal Ini

Menurutnya, pelayanan keluarga berencana serentak dan Harganas 29 Juni 2020 merupakan contoh perilaku dan sikap tetap produktif melakukan kegiatan disaat wabah COVID-19. Momen penting bagi pembangunan manusia Indonesia.

"Walaupun nanti kita sebagai tuan rumah rangkaiannya tetap jalan melalui virtual," ucap Irwan Prayitno .

baca juga: Pertanyakan Tujuan Pemerintah, Epidemiolog UI: Semua Pabrik Vaksin Didatangi, Mau Buka Toko?

Mudah-mudahan target harapan di acara Harganas dengan sosialisasi edukasi kepada publik tetap jalan.

"Sebetulnya pesan dari BKKBN dalam bentuk konsep dan juga slogan-slogan itu sudah pas dan betul, artinya BKKBN sebagai lembaga pemerintah diamanahkan untuk melakukan sosialisasi tentang bagaimana berencana keluarga yang tangguh menjadikan generasi kedepan yang berkualitas," ujarnya.

Dari keluarga tangguh berkualitas BKKBN sudah memiliki banyak konsep tentang bagaimana fungsi keluarga yang harus menjadi tumpuan utama bersama untuk ditingkatkan secara bersama sehingga dengan demikian harapan dari BKKBN bisa terpenuhi.

"Misalnya BKKBN mengeluarkan fungsi keluarga ada delapan ini juga sesuatu sudah menjadi nilai norma panduan pedoman rujukan buat kita dalam bekeluarga dengan arahan BKKBN ," jelasnya.

Orang tua memiliki peran penting dalam berpartisipasi secara aktif dalam upaya pemutusan penyebaran corona, dan atau berkontribusi materi untuk membantu keluarga rentan dan pihak-pihak lain yang membutuhkan bantuan.

"Harus ada kesepakatan dengan keluarga yang menjadi aset perlindungan keluarga (protective factor) dengan mencari dukungan materi dan sosial (dari keluarga luas, teman, tetangga)," ungkapnya.

Selain itu Kepala BKKBN Indonesia Hasto Wardoyo mengatakan, penyebaran wabah virus corona berdampak terhadap iven nasional Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang digabung dengan Hari Anak batal dilaksanakan di Sumbar.

Selain pembatalan iven Harganas, karena adanya relokasi anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Relokasi dilakukan guna fokus anggaran dalam penanganan dampak COVID-19.

Hasto Wardoyo mengungkapkan, dalam situasi ini keluarga harus bisa berinteraksi di rumah lebih banyak berkumpul dan saling bercengkrama, serta saling tukar pengalaman dengan komunikasi yang lebih berkualitas.

"Tentunya keluarga mampu memanfaatkan kondisi ini, untuk lebih dekat dengan keluarga," ucapnya.

"Saya mengajak masyarakat, khususnya di Sumbar untuk memperhatikan pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dengan menerapkan keluarga yang mengerti protokol kesehatan secara optimal," imbuhnya.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Etna Estelita berpesan kepada masyarakat untuk selalu pakai KB selama masa pandemi, karena sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup bayi maupun sang ibu.

Menurutnya, gerakan pakai KB merupakan salah satu solusi terbaik untuk menjaga kualitas sumber daya manusia saat pandemi COVID-19 yang belum tahu kapan berakhirnya.

"Kami tetap melakukan pelayanan KB, tentu harus dilakukan agar target BKKBN 2020 tetap tercapai," ujarnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir