Webinar KPU Sumbar Dihack, Pengamat : KPU Sumbar Tidak Siap

Webinar KPU Sumbar
Webinar KPU Sumbar (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sosialisasi Peraturan KPU No 5 Tahun 2020 yang digelar KPU Sumbar diwarnai insiden zoombombing. Peserta sosialisasi yang digelar menggunakan aplikasi zoom cloud meeting tersebut dikejutkan dengan tampilan layar tiba-tiba berganti gambar tidak senonoh, bahkan sempat terdengar kata-kata yang tidak pantas.

Sosialisasi yang diikuti oleh perwakilan partai politik, Pemprov dan Forkopimda Sumbar serta jurnalis cetak, siber dan elektronik tersebut dikuasai hacker selama lebih kurang lima menit pada saat sesi tanya jawab dengan peserta.

baca juga: Hacker Bisa Bobol Akun WA, Begini Proses Serangannya

Anggota KPU Sumbar Izwaryani mengatakan, itu adalah pengalaman pertama KPU melakukan zoom meeting untuk publik secara terbuka. Biasanya, KPU melakukan rapat-rapat koordinasi hanya dilingkip internal.

"Namun karena mettingnya terbuka, ID di share ke ruang publik, makanya terjadi hal seperti itu," katanya, Senin 22 Juni 2020.

baca juga: Pelantikan Gubernur Sumbar Terpilih, Pj: Menunggu Keppres

Izwaryani juga menyampaikan permintaan maafnya atas ketidaknyamanan yang terjadi itu. Ke depan, pihaknya akan melakukan antisipasi-antisipasi agar tidak terulang kejadian yang sama. Misalnya, dengan melakukan seleksi dan registrasi pada peserta webinar dan tidak menshare ID metting ke ruang publik.

"Kita lihat kebutuhan ke depannya, kalau cukup dengan meregister peserta, dan menyeleksi peserta maka tidak ada tindakan lain seperti mempersiapkan tim khusus," ulasnya.

baca juga: KPU Sumbar Kembali Ingatkan Soal Protokol Kesehatan Saat Pemilihan

Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat (Sumbar) Andri Rusta menilai, dari awal KPU tampak seperti tidak melakukan persiapan. Mulai dari acara yang molor, kedua host sendirian ketika acara akan dimulai (kontrolnya sendiri), mic dari awal sudah hidup sehingga bisa diganggu oleh orang.

"Mestinya ada settingan saat acara dimulai mic peserta sudah dimatikan oleh host, mungkin itu yang luput dari KPU," katanya.

baca juga: Pimpinan KPU Sumbar Paksa ASN Membangkang Untuk Swab

Menurutnya, webinar kontrolnya gampang susah karena untuk masuk webminar perlu link, kemudian nomor kode ID. Namun kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi karena dahulu juga pernah kasus seperti ini, dan semasa dirinya membuat webminar dengan Anies Baswedan kawal Covid-19 juga pernah diretas.

"Kunci pengawasan memang ada di hostnya KPU Sumbar. Sebenarnya ini adalah hal yang wajar, bukan berarti kita berasumsi bahwa itu untuk menggangu pilkada. Tapi memang webinar di zoom kelemahannya seperti itu, asal dia punya user id, password semua orang bisa masuk," jelasnya.

Dia juga menyarankan, ke depan kalau KPU melakukan webinar lagi, maka yang perlu diperhatikan adalah kontrol pada host yang perlu diperketat lagi. Misalnya peserta tidak bisa menghidupkan mic saat acara sudah dimulai, jadi seandainya kalau tiba-tiba ada orang yang live vidio maka gangguannya sedikit berkurang, selain itu host seharusnya jangan satu titik.

"Saya tadi kan juga ikut webinar, tadi kayaknya kawan-kawan KPU karena dari kantor sehingga host di satu jaringan sehingga kalau jaringannya gampang diretas. Lagian zoom ini kan rentan, dan kejadian seperti itu sudah sering terjadi di kegiatan lainnya," imbuh Andi Rusta.

Dia mengatakan, hal-hal seperti itu harusnya jadi perhatian bagi KPU ke depannya. Perlu antisipasi jaringan, dan link metting id tidak disebar luaskan.

Diketahui, insiden zoombombing ini terjadi saat sesi tanya jawab tengah berlangsung, sekitar pukul 12.27 WIB yang dilaksanakan KPU Sumbar pada Senin 22 Juni 2020 dengan menggunakan aplikasi zoom cloud.

Editor: Joni Abdul Kasir