PNP Teken Kerjasama dengan 8 Asosiasi Kontruksi

Direktur Politeknik Negeri Padang Surfa Yondri menekan MoU tentang sertifikat kompetensi dengan delapan asosiasi.
Direktur Politeknik Negeri Padang Surfa Yondri menekan MoU tentang sertifikat kompetensi dengan delapan asosiasi. (Riki S)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar kerjasama dengan delapan lembaga asosiasi badan usaha dan asosiasi profesi, Senin, 22 Juli 2020.

Kerjasama dalam bidang sertifikasi kompetensi itu, dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak yang digelar di Kampus PNP,

baca juga: Mahasiswa Baru PNP Ikuti PPKMB Secara Daring

Delapan lembaga itu terdiri dari Perkumpulan Pelaksana Kontruksi Nasional (Apeknas), Himpunan Jasa Kontruksi Indonesia (HJKI), Perkumpulan Jasa Konsultan Indonesia (Perkonindo), Perkumpulan Pengusaha Kontruksi Terintegrasi (PAKTI).

Kemudian, Asosiasi Tenaga Teknik Kontruksi Indonesia (Astekindo), Gabungan Tenaga Ahli dan Terampil Kontruksi Indonesia (GATAKI), Perkumpulan Tenaga Kerja Ahli dan Terampil Indonesia (Petakindo).

baca juga: PNP dan Dinas Pariwisata Sumbar Teken MoU Bidang Pariwisata

Usai melakukan MoU kerjasama, Direktur PNP Surfa Yondri kepada wartawan mengaku berterima kasih kepada asosiasi yang sudah membawa PNP berbaur untuk mengembangkan kampus.

"Ini merupakan langkah maju bagi PNP, karena sebagai institusi pendidikan tidak bisa berjalan sendiri dalam mengembangkan kampus," kata Surfa Yondri.

baca juga: Penerimaan Mahasiswa Baru Seleksi Mandiri, PNP Kerjasama dengan 15 PTS di Lingkunhan LLDikti Wilayah X

Dengan adanya kerjasama ini, lanjut Surfa, Ia pun berharap agar asosiasi dapat terlibat mulai dari proses awal pembuatan kurikulum, pembelajaran dan magang.

Kemudian, diharapkan juga agar asosiasi dapat menyalurkan lulusan PNP sesuai kebutuhan asosiasi. "Artinya, kerjasama ini saling menguntungkan," ujarnya.

baca juga: Dirjen Pendidikan Vokasi Lounching Program S2 Terapan di Empat Politeknik di Indonesia, Salah Satunya PNP

Bagi asosiasi, keuntungan yang didapat berupa terpenuhinya tenaga asesor yang ada di PNP, materi dan tempat uji kompetensi, serta SDM mahasiswa bisa dimanfaatkan.

"Pada intinya, sebagian yang mereka butuhkan ada di PNP. Kemudian keuntungan bagi PNP, berkurangnya beban PNP dalam melakukan uji kompetensi lulusan ataupun pembiayaannya," ujar Surfa.

Keuntungan lainnya, sambung Surfa, yaitu dapat membantu mahasiswa dalam mendapatkan sertifikat kompetensi dan asosiasi bisa investasi ke PNP, seperti mendirikan lab dan pembekalan kepada dosen.

"Meski PNP juga memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sendiri, namun kami juga sangat membutuhkan peranan dari asosiasi agar bisa bersinergi. Mudah-mudahan, sinergi ini terus berlanjut untuk berbagai aspek yang lebih luas lagi," imbuhnya.

Direktur PT Sertifikasi Kompetensi Mandiri M Dien Dt Tumenggung mendukung setiap mahasiswa yang tamat di PNP mendapat sertifikat pendamping keahlian di bidang jasa kontruksi , elektrikal maupun mekanikal.

"Kemampuan lulusan PNP sangat terampil di lapangan. Mereka tidak canggung menghadapi suatu pekerjaan, karena 70 persen kegiatan kuliah adalah praktek," katanya.(*)

Editor: Riki Suardi