Kasus DBD di Agam Ternyata Lebih Tinggi dari COVID-19

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

AGAM , KLIKPOSITIF - Temuan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) di Kabupaten Agam ternyata jauh lebih tinggi dibanding Corona Virus Disease (COVID-19).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Dinas Kesehatan Agam Tri Pipo menyebut, angka DBD di Agam sudah puluhan.

baca juga: Sekolah Tak Jadi Dibuka, Siswa SMA/SMK di Sumbar Belajar Virtual Mulai Senin Sore

"Sejak Januari, angka DBD mencapai 64 kasus, namun tidak ada yang meninggal kena penyakit ini," kata Tri Pipo, Jumat 26 Juni 2020.

Penularan terjadi di beberapa kecamatan, terutama di wilayah Agam bagian timur. "Di Agam Timur agak rawan sedikit, ini data sampai beberapa hari lalu, tersebar seperti di Sungai Pua, Banuhampu maupun seputaran Bukittinggi," ungkap Pipo.

baca juga: Agam Kekurangan 4.097 ASN Tenaga Guru, Kesehatan dan Teknis

Sementara kasus COVID-19, terdata sebanyak 18 pasien, yang terjadi sejak Mei 2020, tak ada pasien meninggal dan semuanya sudah sembuh.

Tingginya DBD dibanding COVID-19, tentu layak dicermati, kendati COVID-19 disebut jauh lebih menular, namun angka DBD ternyata lebih tinggi.

baca juga: Sekolah Mulai 13 Juli 2020, Pemkab Solok Terapkan Pembelajaran Daring dan Luring

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan virus corona jenis baru yang sudah menginfeksi 50 ribu lebih pasien di Indonesia, penyakit ini mendadak menjadi perhatian dan mengubah perilaku hidup penduduk Indonesia maupun dunia.

Sementara, DBD adalah penyakit yang timbul akibat gigitan nyamuk aedes aegypti dan juga mudah menular. Kedua penyakit ini menjadi momok karena bisa mematikan jika terjangkit.

baca juga: Dampak COVID-19, 68 Paket Proyek di Agam Batal

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri