Air Gratis Dihentikan, Perumda Air Minum Pastikan Tidak Ada Pembengkakan

Dirut Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal
Dirut Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Pemberian air gratis dari Perumda Padang resmi berakhir pada Juni ini. Artinya tagihan normal akan mulaidihitung bulan Juli 2020. Perusahaan Umum Daerah ( Perumda ) Air Minum Kota Padang memastikan tidak akan ada pembengkakan tagihan yang tidak sesuai.

"Kami telah memberikan air gratis selama tiga bulan terakhir, kami pastikan tidak akan ada pembengkakan tagihan," kata Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang , Hendra Pebrizal saat dihubungi KLIKPOSITIF .com, Jumat 26 Juni 2020.

baca juga: Kasus Kerumunan Megamendung, Ini Tuntutan JPU Terhadap Habib Rizieq Shihab

Hendra mengatakan, untuk 3550 pelanggan yang digratiskan, pihaknya akan mengaktifkan meteran air terhitung pembayaran bulan depan. "Kami sudah mulai mengaktifkan kembali meteran sejak pertengahan bulan ini dan bulan depan sudah mulai pembayaran lagi," lanjutnya.

Ia mengatakan, jika masyarakat merasa terjadi pembengkakan tagihan dengan pemakaian normal seperti biasanya, bisa melapor ke kantor Perumda terdekat.

baca juga: Positif Covid-19 Indonesia Hari Ini Bertambah 4.295 Kasus, 212 Orang Meninggal

"Jika ada pembengkakan tagihan nantinya, silahkan laporkan. Kami akan memroses laporan itu," katanya.

Seperti diketahui, Perumda Air Minum Kota Padang telah memberikan gratis air kepada pelanggannya yang terdiri dari beberapa golongan dengan jumlah 3550 pelanggan.

baca juga: M. Zuhrizul Pimpin IATTA Sumbar, Fokus Kesiapan SDM Wisata Minat Khusus

"Kategori pertama yang kami berikan gratis rekening air adalah golongan Sosial A. Yaitu berupa kelompok umum seperti WC umum, terminal dan tempat ibadah," katanya.

Selain itu, pihaknya telah memberikan gratis air kepada golongan sosial B. Yaitu yayasan sosial, panti sosial dan yayasan sosial. "Untuk ini, tidak termasuk yayasan perguruan tinggi," lanjutnya.

baca juga: Gara-gara Ini, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma

Kemudian kelompok rumah tangga dengan golongan 2A dan 2B. "Golongan ini adalah masyarakat yang memiliki bangunan rumah non permanen dengan luas 36 meter kubik," lanjutnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Ramadhani