Sejak Awal Tahun BNNP Sumbar Ungkap 10 Kasus dengan 12 Tersangka

Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin
Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatra Barat (Sumbar) Brigjen Pol Khasril Arifin mengatakan, sejak awal tahun hingga saat ini, pihaknya memproses 10 kasus yang berhasil diungkap dengan jumlah tersangka 12 orang. Barang bukti yang didapat didominasi sabu-sabu dan ganja kering.

Menurutnya, peredaran barang haram tersebut tetap berjalan sejak pandemi COVID-19, namun dalam pergerakan. lokal dan jumlah yang sedikit, karena ada pemeriksaan saat masuk di wilayah perbatasan.

baca juga: Gembong Narkoba Asal Tiongkok Kabur dari Tahanan dengan Gali Tanah, Anggota DPR: Tidak Masuk Akal

"Peningkatan tidak, peredaran gelap narkoba tetap jalan. Kalau disetop, artinya tidak ada kasus yang kami ungkap. Ini kasus tetap kami ungkap, tapi kualitas tidak besar," katanya usai peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Jumat (26/6/2020).

Khasril menambahkan, Sumbar merupakan jalur merah bagi peredaran narkotika . "Kita ini di jalur merah peredaran, untuk sabu masuknya dari Riau, sementara ganja dari Aceh dan Sumatra Utara," ujarnya.

baca juga: Polres Dharmasraya Gagalkan Peredaran 20 Paket Sabu

Pada Momen HANI 2020 ini, Khasril dan pihaknya berkomitmen memaksimalkan program nasional BNN tentang pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan terhadap narkoba . Apalagi, dalam masa kenormalan baru untuk tetap gencar dalam upaya pencegahan dan pemberantasan.

"Sesuai tema HANI tahun ini, 100 persen hidup di new normal, sadar, sehat, produktif, dan bahagia tanpa narkoba . Kemudian, kembali ke tugas pokok bagaimana memaksimalkan program nasional BNN ini," tegasnya.

baca juga: Enam Pelaku Pengedar Jaringan Narkotika Internasional Dibekuk Polda Sumbar

Ia membeberkan pada tahun 2019, BNNP Sumbar telah berhasil menyita barang bukti 400 kilogram ganja dan lima kilogram sabu. Dari sekian penyitaan barang bukti ini, didapat hasil tindak pidana pencucian uang sekitar Rp5 miliar.

Khasril menyebutkan, saat ini modus yang dilakukan pengedar dengan cara pengiriman dengan jasa ekspedisi. "Di era new normal ini banyak online, pengiriman narkoba juga online. Ada satu yang kita ungkap. Jaringan memanfaatkan pengiriman paket JNE. Kasusnya sudah ada tiga. Kami ungkap dua, dan BNNK Payakumbuh satu," pungkasnya kemudian.

baca juga: Polres Pariaman Bekuk Seorang Pria Diduga Pengedar Narkoba

Editor: Muhammad Haikal