Bawaslu Pasbar Gelar Bimtek bagi Panwascam, Ini Tujuannya

Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pasbar, Aditia Pratama saat memberikan bimtek kepada panwascam didaerah itu
Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pasbar, Aditia Pratama saat memberikan bimtek kepada panwascam didaerah itu (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR, KLIKPOSITIF - Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat melakukan bimbingan teknis terhadap Panwascam yang ada di sebelas kecamatan di daerah itu.

"Ini perlu dilakukan dalam rangka persiapan pengawasan verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan pemilihan tahun 2020," sebut Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pasbar , Aditia Pratama, Jumat (26/6).

baca juga: Soal Nomor Urut Pilkada Bukittinggi, Ini Cocoklogi Versi Para Pasangan Calon

Ia mengatakan, pemberian bimbingan teknis kepada Panwascam untuk pengawasan secara ketat itu dilakukan untuk menghasilkan penyelenggara yang independen dan berintegritas.

" Bimtek ini untuk peningkatan kapasitas panitia ad hoc dalam rangka tahapan verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan gubernur dan wakil gubernur Sumbar serta bupati dan wakil bupati Pasaman Barat 2020," katanya.

baca juga: Bawaslu: Satu ASN Dilaporkan Terkait Dugaan Netralitas di Pilkada Pasbar

Lebih lanjut Aditia Pratama menjelaskan, tujuan dari Bimtek adalah untuk menghadapi tahapan verifikasi faktual yang menurut jadwal sesuai PKPU Nomor 05 Tahun 2020 dimulai sejak 24 Juni 2020 sampai dengan 12 Juli 2020.

Untuk itu, ia berharap agar Panwascam dapat melaksanakan tugas semaksimal mungkin dalam pengawasan, melaksanakan tugas sesuai dengan Undang-Undangan dan peraturan yang berkaitan dengan Pilkada," harapnya.

baca juga: KPU Solsel Umumkan 112.250 DPS, Masyarakat Diminta Pastikan Nama Terdaftar

Namun di samping itu ia menyadari, pihaknya kekurangan tenaga dan hal itu bukan terjadi di Pasaman Barat saja. Permasalahan kekurangan tenaga untuk di Bawaslu sudah menjadi masalah nasional.

"Kita kekurangan tenaga, sementara untuk penambahan anggota tidak diperbolehkan dan itu sudah aturan yang melarang," imbuhnya.

baca juga: Rakor Bawaslu Solsel Tentang Pengawasan Pilkada Hasilkan 5 Poin Komitmen

Saat ini kata dia, jumlah anggota Panwascam sebanyak 52 orang yang terbagi di sebelas kecamatan. Sedangkan dalam tahapan verifikasi faktual tersebut sejalan dengan calon gubernur dari persorangan.

Sementara jumlah yang akan di verifikasi faktual dari calon persorang bupati dan wakil bupati Pasaman Barat sebanyak 22.794 yang tersebar di enam kecanatan dan 10 nagari.

Sedangkan untuk jumlah yang akan di verifikasi faktual dari calon persorang gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat sebanyak 23.976 yang tersebar di 11 kecamatan dan 19 nagari.

"Selain kita kesulitan dalam jumlah tenaga dalam pengawasan, nanti nya kita juga akan kerepotan dalam jangkauan akses jaringan dalam sistem pelaporan," ungkapnya.

Ia menuturkan, pihak nya akan memetakan pengawasan secara sensus dan langsung, disamping itu audit sampel. Sedangkan untuk audit sampel dilakukan karena kekurangan kendala faktor personil.

"Audit sampel kita lakukan dengan metode mengambil 20 persen dari jumlah yang diverifikasi oleh verifikator dengan sistem acak sederhana yang sudah diaudit oleh jajaran KPU," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya hanya sebagai pengawasan dan memastikan kerja verifikator di lapangan, apakah si verifikator menjumpai si pemberi dukungan terhadap calon perseorangan.

"Meski jumlah personil panwascam kita hanya 52 orang dan ditambah PPL 19 orang yang dibandingkan verifikator dengan jumlah 200 orang, kita akan tetap mengoptimalkan jajaran pengawasan," tegasnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi