Presiden: Operasi Pembebasan Sandera Abu Sayyaf Dikoordinir TNI

Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) dan KSAL Laksamana Ade Supandi saat pembukaan Komodo 2016 di Mako Lantamal II Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, Selasa (12/4).
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) dan KSAL Laksamana Ade Supandi saat pembukaan Komodo 2016 di Mako Lantamal II Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, Selasa (12/4). (ANTARA FOTO)

KLIKPOSITIF -- Presiden RI Joko Widodo menyerahkan sepenuhnya kebijakan operasi pembebasan 10 ABK KM Brahma 12 yang ditahan kelompok Abu Sayyaf kepada Panglima TNI .

"Saya sudah serahkan ke Panglima, tanya Panglima saja," katanya usai meresmikan Monumen Merpati Perdamaian di Muaro Lasak pada Selasa, 12 April 2016 siang.

baca juga: Cerita Pelajar Kampung Dilan dengan Adanya Program TMMD di Pessel

Operasi yang dilakukan oleh militer Filipina tersebut sudah menjatuhkan banyak korban, baik dari militer maupun dari kelompok Abu Sayyaf.

Namun hingga saat ini, kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, belum menerima batas waktu operasi yang dilakukan oleh militer Filipina dari pemerintah Indonesia.

baca juga: TMMD 109 di Pessel, Para Personel TNI Tak Tinggal Bersama Orang Tua Angkat

"Soal batas waktu tergantung keputusan pemerintah, sampai sekarang kita belum terima perintah kapan deadline operasi ini bisa dilakukan oleh Filipina," sebut Gatot.

Meski demikian Panglima TNI sudah mensiagakan personel di daerah-daerah yang kiranya bisa membantu operasi pembebasan sandera tersebut.

baca juga: Target Bangun Jalan 7,9 Kilometer, TMMD ke 109 di Pessel Resmi Dimulai

"Personel selalu siaga, siap tempur kapanpun dibutuhkan, tidak hanya di Tarakan saja. Yang pasti kita tetap berkoordinasi dengan militer Filipina," ujarnya.

[Ocky Anugrah Mahesa]

baca juga: Dandim 0311 Pessel Baru Rangkul Wartawan

Penulis: Pundi F Akbar