Pakar Amerika Sebut Tak Ada Jaminan Vaksin Covid-19 Tersedia Awal Tahun Depan

Dr. Anthony Fauci
Dr. Anthony Fauci (net)

KLIKPOSITIF - Dr. Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIH) mengungkapkan jika tak ada jaminan mengenai ketersediaan vaksin Covid-19 pada awal tahun depan.

"Tidak ada jaminan dan siapapun yang terlibat dalam vaksinasi akan memberi tahu Anda. Kita akan memiliki vaksin yang aman dan efektif, tetapi kita sangat berhati-hati untuk bersikap optimistik, melihat data hewan dan data awal, bahwa kami setidaknya akan mengetahui sejauh mana kemanjurannya di musim dingin dan awal tahun depan," ujarnya.

baca juga: Peneliti Italia Ungkap 80 Persen Pasien Covid-19 Usia 20 Tahun ke Bawah Tak Tunjukkan Gejala

Selain itu, berbicara soal vaksin ia juga menyatakan bahwa akhirnya remdesivir dinyatakan terbukti mampu mengurangi keparahan pasien Covid-19. Fauci juga memeringatkan, bahwa langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh individu, seperti menjaga kebersihan, menggunakan masker, hingga menjaga jarak juga masih sangat diperlukan.

Fauci kemudian memperkuat pesan itu dan memperingatkan bahwa jumlah kasus sehari-hari yang tinggi dapat kembali terjadi jika tindakan pencegahan tidak dilakukan dengan serius. "Saya pikir masker sangat penting. Tidak ada keraguan, bahwa masker mampu melindungi Anda dan orang lain. Dengan ini, maka orang-orang akan saling melindungi. Apapun yang mendukung penggunaan masker, apakah itu memberikan masker gratis atau mekanisme lainnya, saya sepenuhnya mendukung," kata Fauci."Kita bisa kembali ke 100.000 kasus sehari jika keadaan tidak berbalik, itu bisa menjadi sangat buruk," tambahnya.

baca juga: Pulang dari Palembang, Warga Solok Positif Covid-19

Dilansir dari Huffpost, Vincent Racaniello, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Fakultas Kedokteran dan Ahli Bedah Vagelos Universitas Columbia di New York juga menyatakan, bahwa ada kemungkinan vaksin tidak tersedia di akhir tahun atau awal tahun depan. "Tidak, saya pikir sangat tidak realistis untuk mengharapkan vaksin pada akhir tahun 2020. Kami belum membuat vaksin apapun dalam waktu sesingkat itu," kata Racaniello.

Editor: Ramadhani