Lebih Seminggu Melandai, Hari Ini 14 Warga Padang Dinyatakan Positif COVID-19

Jubir gugus tugas COVID-19 Sumbar Jasman
Jubir gugus tugas COVID-19 Sumbar Jasman (Facebook Jasman)

PADANG, KLIKPOSITIF - Beberapa hari belakangan terjadi penurunan kasus positif COVID-19 di Kota Padang . Namun hari ini, Rabu, 1 Juli 2020 terjadi kenaikan yang signifikan.

Padahal seminggu sebelumnya kasus positif di Padang mulai turun, bahkan dalam laporan gugus tugas ada nihil kasus beberapa hari di Padang.

baca juga: Sekolah Tak Jadi Dibuka, Siswa SMA/SMK di Sumbar Belajar Virtual Mulai Senin Sore

Laporan dari Gugus Tugas COVID-19 Sumatera Barat (Sumbar) hari ini 16 orang di provinsi itu dinyatakan positif COVID-19. 14 orang dari Padang dan 2 dari Padang Pariaman.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumbar Jasman menyampaikan, 16 positif COVID-19 dari hasil uji laboratorium 697 sample swab yang dikirim survailance dari berbagai rumah sakit kabupaten dan kota se-Sumbar (679 diperiksa di Laboratorium Unand dan 18 sample di Baso Agam).

baca juga: Sekolah Mulai 13 Juli 2020, Pemkab Solok Terapkan Pembelajaran Daring dan Luring

"Rinciannya atau jika ada perubahan data, nanti sore akan kami sampaikan secara lengkap," ujarnya.

Penambahan 19 kasus tersebut, sehingga total warga Sumbar positif terinfeksi COVID-19 hari ini sebanyak 742 orang. Sedangkan yang telah sembuh 607 orang (81,80 persen), dirawat di rumah sakit, karantina dan isolasi mandiri sejumlah 104 orang (14,02 persen) dan meninggal dunia 31 orang (4,18 persen).

baca juga: Angka Positif COVID-19 Sumbar Capai 791, Jubir: 661 Diantaranya Dinyatakan Sembuh

"Dalam hal ini, tidak bosan-bosannya kami mengingatkan pesan Gubernur Sumbar selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, agar masyakat tetap waspada. Jangan menganggap bahwa dengan telah bebasnya beraktivitas, seakan virus ini tidak ada lagi. Justru dengan telah kembalinya aktivitas seperti biasa, protokol kesehatan harus bertambah ketat lagi kita lakukan. Tetaplah jaga jarak, pakai masker, hindari kerumunan, jangan ada kontak fisik seperti bersalaman, seriglah cuci tangan, berbelanja kuliner perhatikan penjualnya apakah mematuhi protokol kesehatan atau tidak, terutama makanan yang terbuka dan lain-lain," pintanya.

Kemudian bagi penjual makanan yang sifatnya terbuka (rumah makan, kafe-kafe dan lain-lain), agar para pelayan yang mengambil makanan untuk wajib selalu pakai masker dan tidak bicara di depan makanan tersebut.

baca juga: Virus Corona Diduga dapat Menyebar di Udara, Ilmuwan Rancang Filter Udara

"Kita semua berhak untuk menegur dan mengingatkan pelayan dan pemilik rumah makan agar mewajibkan semua karyawannya memakai masker dengan benar. Masih banyak kita perhatikan pelayan makanan memakai masker hanya sampai dagu dan mereka masih berbicara di depan makanan. Ini sangat riskan dan sangat berbahaya bagi orang lain. Sebaiknya mari saling ingatkan demi kesehatan kita semua," tukasnya.

Editor: Joni Abdul Kasir