Padang Pengecekan Swab Terbanyak Selama Pandemi

ilustrasi
ilustrasi (net)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Selama pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan, laboratorium Universitas Andalas (UNAND) telah banyak melakukan tes droplet yang dikumpulkan oleh pemerintah.

Dari 19 Kabupaten/Kota yang telah mengirimkan sampel droplet untuk diuji, Kota Padang merupakan daerah terbanyak.

baca juga: Pelaku Usaha Rental Sepeda di Padang Ini Jalankan Bisnis Berbasis Edukasi

"Untuk Kota Padang , sebanyak 50 sampai 55 persen dari tes yang kami lakukan selama ini," kata Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND), Andani Eka Putra, Rabu 1 Juli 2020.

Ia mengatakan, angka tersebut karena banyaknya dilakukan pengambilan swab di Kota Padang dan tracking yang rutin dilaksanakan.

baca juga: Sepeda Kian Digemari, Ada Rentalnya di Bukittinggi

"Pemko Padang melalui Dinas Kesehatan selama ini rutin melakukan tracking dan juga pengambilan swab. Salah satu contoh di klaster Pasar Raya Padang ," lanjutnya.

Menurutnya, saat ini beberapa daerah lain di Sumatera Barat seperti Kota Padang Panjang, Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten 50 Kota sudah mulai banyak mengirimkan sampel.

baca juga: Peneliti Italia Ungkap 80 Persen Pasien Covid-19 Usia 20 Tahun ke Bawah Tak Tunjukkan Gejala

"Kami selalu mengingatkan kepada Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat agar mengirimkan sampel sebanyak-banyaknya agar penularan virus ini bisa diputus dengan cepat," lanjutnya.

Menurutnya, untuk Sumatera Barat pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap 39.145 sampel yang sudah dikirimkan ke laboratorium.

baca juga: Pulang dari Palembang, Warga Solok Positif Covid-19

"Semuanya sudah kami tes dan hasilmya sudha keluar dan tercatat sebanyak 720 orang dinyatakan positif," lanjutnya.

Dengan pengecekan yang berkelanjutan ini, ia berharap bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat dengan melakukan karantina terhadap masyarakat yang diketahui positif.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Ramadhani