Ratusan Gajah Mati Misterius, Ahli Was-was Ada Virus Baru

Gajah
Gajah (Suara.com)

KLIKPOSITIF - Kematian misterius ratusan gajah di Afrika Selatan membuat para ahli was-was akan adanya virus baru yang mungkin saja bisa mengancam manusia.

Menyadur 9News, kematian 350 gajah Afrika di Delta Okavango, Bostwana yang terjadi sejak Mei lalu, hingga kini belum diketahui penyebabnya.

baca juga: Timothy, Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal akibat Leukemia

Ahli biologi dan Direktur Konservasi di Penyelamatan Taman Nasional Niall, McCann dan timnya, menduga para gajah mati akibat penyakit tertentu yang menyerang sistem saraf.

Dugaan itu muncul setelah mengobservasi bangkai-bangkai gajah yang sebagian besar mati di mana wajahnya menghadap ke tanah.

baca juga: Komisi IX DPR Dukung Percepatan Pengembangan Industri farmasi dan Alkes

Posisi tubuh, ditambah dengan penampakan gajah berjalan berputar-putar juga membuat ilmuan meyakini ada sesuatu yang menyerang sistem syaraf hewan besar itu.

"Ya, ini adalah bencana konservasi, tetapi juga berpotensi menjadi krisis kesehatan masyarakat," kata Dr McCann dikutip 9News, Kamis (2/7/2020).

baca juga: KRI Sultan Hasanuddin 366 Gelar Latihan Bersama Kapal Perang Turki, Ini Tujuannya

"Kami telah mengirim sampel untuk pengujian dan kami mengharapkan hasilnya selama beberapa minggu ke depan."

McCann dan tim meyakini gajah-gajah itu mati bukan karena ulah para pemburu liar. Pasalnya, gading gajah masih utuh saat ditemukan.

baca juga: Penelitian Terbaru Sebut ASI Tidak Terpengaruh Covid-19, Dapat Lindungi Bayi dari Infeksi?

McCann juga secara tentatif mengesampingkan aspek keracunan akibat antraks yang tahun lalu menewaskan 100 gajah di Bostwana.

"Hanya gajah yang sekarat dan tidak ada yang lain," beber McCann.

"Jika itu adalah sianida yang digunakan oleh pemburu liar, kamu akan berharap untuk melihat kematian lainnya."

Editor: Eko Fajri