Mendag Ancam Tutup Pasar Jika Pedagang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto saat bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono di Kepatihan, Kamis (2/7/2020).
Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto saat bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono di Kepatihan, Kamis (2/7/2020). (Suara.com)

KLIKPOSITIF - Menteri Perdagangan (mendag) RI, Agus Suparmanto menyatakan akan menutup pasar -pasar di sejumlah daerah yang tidak mengindahkan protokol kesehatan selama masa pandemi COVID-19. Apalagi pasar -pasar yang jadi klaster munculnya kasus positif COVID-19. Sebut saja pasar -pasar di Padang, Palangkaraya dan DKI Jakarta.

"Dilakukan evaluasi bila ada yang positif [covid-19] dengan buka tutup pasar ," ujar Agus usai menyerahkan bantuan penanganan COVID-19 kepada Pemda DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (02/07/2020).

baca juga: Update COVID-19 di Sumbar per 14 Agustus, Positif 1.299, Sembuh 869, Meninggal 38

Diakui Agus, hingga saat ini penerapan protokol kesehatan masih lemah di sejumlah pasar , terutama pasar tradisional. Hingga saat ini masih muncul kasus-kasus positif COVID-19 dari klaster pasar sehingga harus ada penutupan.

Karenanya perlu dilakukan sosialisasi secara persuasif untuk menggugah kesadaran para pedagang maupun konsumen yang beraktivitas di pasar dalam mematuhi protokol kesehatan .

baca juga: Wali Kota: Bukittinggi Zona Merah COVID-19

"Yang penting harus mengedepankan protokol kesehatan dengan masker, jaga jarak dan mencuci tangan," ungkapnya.

Terkait stok pangan selama masa pandemi, Agus meminta masyarakat tidak perlu merasa khawatir. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan di pasaran.

baca juga: Pemerintah Sebut Akan Gunakan Teknologi Anyar untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Meski saat ini konsumsi masyarakat masih mengalami penurunan, namun hal itu terjadi bukan karena stok di pasaran yang menipis. Masyarakat masih merasa khawatir untuk membeli kebutuhan pokok di pasar karena pandemi COVID-19.

"Kebutuhan bahan pokok cukup. Harga-harga [kebutuhan pokok] juga stabil," paparnya.

baca juga: Korban Covid-19 Terus Bertambah Picu Turunnya Harga Minyak Dunia

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengungkapkan perekonomian DIY harus tumbuh meski saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19, termasuk di pasar tradisional maupun kawasan perekonomian lain. Pemda sudah mempersilakan kabupaten/kota untuk mulai membuka aktivitas perekonomian asal memperhatikan protokol kesehatan .

"Mau buka rumah makan, obyek wisata, silahkan, tapi tetap satu, menggunakan protokol kesehatan . Itu harus dilakukan. Karena mungkin sampai tahun depan pun kita masih menggunakan masker dan jaga jarak," ungkapnya.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri