Usia Lanjut dan Miliki Riwayat Medis Jadi Alasan Upaya Penangguhan Penahanan Lehar, PH: Namun Tak Digubris

Tim Penasehat Hukum Lehar, Jonathan Nababan
Tim Penasehat Hukum Lehar, Jonathan Nababan (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tersangka kasus penipuan dan pemalsuan dokumen tanah Lehar (84) meninggal dunia, Kamis (2/7/2020) sekira pukul 22.10 WIB di RSUP Dr M Djamil Padang. Diketahui Lehar tersebut, ditahan sejak 15 Mei 2020 lalu, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/182/VI/2020/SPKT Sbr tanggal 18 April 2020 pelapor atas nama Budiman ke Mapolda Sumbar.

Salah seorang Tim Penasehat Hukum Lehar, Jonathan Nababan mengatakan, sejak awal kliennya ditahan, pihaknya telah mengajukan penangguhan penahanan.

baca juga: Sekda Agam Martias Wanto Tak Penuhi Panggilan Penyidik Polda Sumbar

Penangguhan penahanan diajukan 5 hari setelah kliennya ditahan, dengan pertimbangan usia yang lanjut dan kondisi riwayat medis yang sering sakit, serta penjaminan dari anak-anaknya, namun tidak digubris oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar .

"Kita udah ajukan, hingga saat ini tidak ditanggapi. Kita merasa keadilan itu tidak ada, saya yakin. Kita kooperatif selama ini, tidak ada untuk menghilangkan barang bukti, menghalang-halangi penyelidikan tidak ada. Kekecewaan keluarga disitu," katanya kepada KLIKPOSITIF di rumah duka, Kelurahan Batipuh Panjang, Kota Padang, Jumat (3/7/2020).

baca juga: Polisi Sita Sepeda Motor dan Pakaian Pelaku Pelecehan Seksual yang Terekam CCTV di Padang

Jonathan menambahkan, pihaknya mengajukan pembantaran untuk berobat, namun juga tidak digubris. "Sehingga pada tanggal 30 Juni 2020 baru diberikan pembantaran, itupun dalam kondisi fisik yang sangat-sangat lemah, dan kemudian dirawat di RSUP M Djamil Padang, dan menghembuskan napas terakhir," ujarnya.

Jonathan melanjutkan, kliennya hanya diijinkan untuk check up, ketika hasil check up selesai ditahan kembali.

baca juga: Polresta Padang Sebut Pelaku Pelecehan Seksual yang Terekam CCTV Seorang Pengemudi Ojol

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu menyebutkan, penyidik tentu memiliki alasan tidak mengabulkan penangguhan penahanan seseorang.

"Jadi tidak dikabulkannya permohonan penangguhan penahanan terhadap Lehar, karena masih ada yang diperlukan dalam proses penyelidikan dalam kasus yang menjeratnya," kata Satake saat dihubungi KLIKPOSITIF .

baca juga: Korban Pelecehan Seksual di Padang Melapor ke Mapolsek Lubuk Kilangan

Editor: Muhammad Haikal