Virologi Sebut Belum Ada Alasan untuk Panik Hadapi Flu Babi Baru

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Flu babi jenis baru diklaim bukanlah masalah langsung dan belum ada alasan untuk panik. Hal ini diungkapkan oleh ahli virologi di Universitas Chulalongkorn bernama Dr.Yong Poovorawan.

Dilansir Asia One, Dr. Yong Poovorawan menjelaskan bahwa flu babi jenis baru yang diberi nama G4 EA H1N1, bukan ancaman langsung, meskipun memiliki potensi penularan ke manusia. Virus G4 EA H1N1, mutasi dari virus H1N1 yang pertama kali melanda dunia pada tahun 2009, baru-baru ini ditemukan di sebuah peternakan babi di China.

baca juga: Tiga Astronaut Akan Habiskan Waktu 3 Bulan di Modul Stasiun Antariksa Permanen Baru China

Setelah 2009, virus flu babi dikombinasikan dengan virus influenza mirip unggas Eurasia dan ditemukan menginfeksi usus babi. Menurut Dr.Yong virus tersebut diidentifikasi sebagai jenis virus G1, yang sekarang telah bermutasi menjadi G4. Karena virus tersebut baru, orang-orang mungkin sedikit atau bahkan tidak memiliki kekebalan terhadapnya.

Menurut BBC, para ilmuwan telah menulis dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) bahwa langkah-langkah untuk mengendalikan virus dan pemantauan ketat terhadap pekerja industri babi harus segera diimplementasikan.

baca juga: Dua Orang Dilaporkan Tewas Akibat Serangan Bersenjata di Jerman

Penelitian juga menunjukkan bahwa virus dapat tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi saluran udara manusia. Dr. Yong Poovorawan mengatakan virus itu masih belum menular ke manusia dan meskipun belum ada vaksin untuk virus tersebut, industri riset sedang memonitornya.

"Berita itu pecah ketika pejabat China menawarkan informasi kepada para peneliti yang menerbitkan karya mereka di jurnal PNAS. Ini studi yang sudah lama dan mendalam. Saya berharap Thailand juga bisa melakukan studi seperti ini, tetapi akan membutuhkan banyak uang," ujar Dr. Yong.

baca juga: Bertemu di Jenewa, Begini Pembicaraan Biden-Putin

Editor: Ramadhani