Izin Tinggal WNA di Lima Puluh Kota Diperpanjang Otomatis, Ini Alasannya

Kasi Inteldakim Deny Haryadi saat wawancara usai rapat di Kantor Kesbangpol Payakumbuh
Kasi Inteldakim Deny Haryadi saat wawancara usai rapat di Kantor Kesbangpol Payakumbuh (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -

Pandemi COVID-19 yang telah memasuki masa new normal memberikan dampak terhadap persoalan Imigrasi . Hal ini disampaikan oleh Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Agam, Deny Haryadi saat dihubungi KLIKPOSITIF , Jumat 2 Juli 2020.

Deny mengatakan saat ini jumlah Warga Negara Asking ( WNA ) di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota masih belum berubah dari sebelumnya. Ia menjelaskan sebelumnya WNA tersebut berjumlah 20 hingga 25 orang yang tercatat bekerja di beberapa perusahaan di Lima Puluh Kota .

baca juga: Hasil Pengawasan Coklit Bawaslu Lima Puluh Kota, Ratusan Pemilih Pemula Tak Terdaftar di Daftar Pemilih

"Ada sekitar 20-25 Tenaga Kerja Asing (TKA) di perusahaan yang ada di Lima Puluh Kota . Contohnya PT Berkat, sebelumnya ada sekitar 15 TKA, tapi pengecekan terakhir hanya tinggal 1 orang TKA," kata Deny Haryadi.

Menurutnya pengurangan jumlah tersebut terjadi karena beberapa TKA yang bekerja di sana umumnya berasal dari Cina. Kemudian saat Imlek di bulan Februari kebanyakan dari TKA tersebut pulang kampung.

baca juga: Ratusan Sapi dan Kerbau di Lima Puluh Kota Sudah Diasuransikan

"Selain TKA asal Cina, di Lima Puluh Kota juga banyak TKA dari India yang bekerja di perusahaan Gambir. Namun untuk izin tinggal mereka diberikan kemudahan dengan perpanjangan otomatis by system sehingga TKA ini tidak perlu ke kantor imigrasi lagi," ujarnya.

Deny menambahkan untuk perpanjangan otomatis izin tinggal tersebut hanya berlaku bagi WNA yang masuk setelah Januari 2020. Kemudian sesuai dengan Permenkumham No 11 2020 tentang pelarangan orang asing masuk wilayah Indonesia.

baca juga: Kreatif, Warga Lima Puluh Kota Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block

"Kecuali beberapa izin tinggal, visa kitas, diplomatik, atau dinas atau pekerja yang sedang melayani proyek strategi nasional, sehingga saat ini belum banyak orang asing masuk," kata Kasi Intel Dakim Imigrasi Kelas II Non TPI Agam.

Sementara itu, sejak 15 Juni 2020 lalu saat telah memasuki new normal, pelayanan imigrasi sudah dibuka. Terutama layanan paspor yang juga telah dibuka di Mall Pelayanan Publik Payakumbuh dan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam.

baca juga: Kapan SMA di Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Tanah Datar Kembali Dibuka, Ini Jawaban Kacabdin Wilayah 4 Sumbar

"Pengetatan pembuatan paspor tidak ada. Tapi pemohon wajib pakai masker dan mengikuti protokol kesehatan serta memenuhi persyaratan baik secara administratif maupun formil," katanya.

Sedangkan untuk jadwal layanan, saat ini pihaknya hanya membuka selama 2 kali seminggu, yaitu Selasa dan Kamis. Hal ini mengingat permohonan paspor belum banyak dilakukan oleh masyarakat.

"Kuota sekitar 20 perhari dengan pelayanan 3-5 pemohon dan saat ini masih belum ramai. Sebab ke luar negeri seperti Malaysia masih ketat dan ada sistem lockdown serta adanya uang jaminan. Kemudian juga mengharuskan karantina selama 14 hari yang tentunya memberatkan dari segi biaya. Mungkin itu juga yang membuat WNI tidak berminat ke luar negeri saat ini," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi