UMSB Bantu Tempat Cuci Tangan di Kampung Sarugo Koto Tinggi Lima Puluh Kota

Rektor UMSB, Dr. Riki Saputra, MA serahkan bantuan perlengkapan cuci tangan untuk Kampung Sarugo
Rektor UMSB, Dr. Riki Saputra, MA serahkan bantuan perlengkapan cuci tangan untuk Kampung Sarugo (KLIKPOSITIF/Haswandi)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat ( UMSB ) memberikan bantuan berupa satu unit tempat cuci tangan dilengkapi toren air di Kampung Sarugo , Jorong Dadok, Nagari Koto Tinggi , Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota , Sumbar, Jumat 3 Juli 2020.

Kampung Sarugo ini merupakan kampung binaan UMSB dan berhasil masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 kategori Kampung Adat.

baca juga: Hasil Pengawasan Coklit Bawaslu Lima Puluh Kota, Ratusan Pemilih Pemula Tak Terdaftar di Daftar Pemilih

"Ini salah satu protokoler kesehatan, yaitu untuk cuci tangan pakai sabun. Ini baru tahap awal, karena siap pandemi bantuan ini akan kami tambah, karena pasti akan banyak pengunjung yang datang. UMSB akan upayakan juga bagaimana bantuan yang diberikan tidak hanya terbatas untuk itu saja," ujar Rektor UMSB , Dr. Riki Saputra, MA.

Menurut Riki, pada 2019 UMSB mulai menempatkan mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata), serta melakukan pembinaan di Kampung Sarugo .

baca juga: Ratusan Sapi dan Kerbau di Lima Puluh Kota Sudah Diasuransikan

Riki menilai, ada mutiara tersembunyi di Kampung Sarugo yang sangat kental dengan nilai local wisdom atau kearifan lokal. Menurutnya, ini sangat terintegrasi sekali dengan visi misi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, yaitu mengintegrasikan keilmuan atau intelektual dengan nilai-nilai local wisdom.

"Mulai dari tahun 2019 itu, kita secara reguler biasanya, tetap melakukan pembinaan-pembinaan, baik bersifat soft skill, hard skill, terutama itu adalah karakter dari mahasiswa kita dalam mengaplikasikan ilmu teoritisnya selama di kampus dan ini langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ini Cikal bakal awal kita melakukan pembinaan," ulasnya.

baca juga: Kreatif, Warga Lima Puluh Kota Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block

Kemudian sambil waktu berjalan, sambung Rektor, UMSB mencoba mengembangkan mutiara yang tersembunyi itu. Menurutnya, ini juga cocok sekali dengan program unggulan dari universitas, yaitu pengabdian masyarakat dalam rangka untuk mengembangkan pariwisata yang ada nilai spiritual dan nilai budaya.

" Kampung Sarugo ini harus terus dikembangkan. Namun tugas ini tentu tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan spirit dan semangat dari masyarakat kemudian support dari Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dan berbagai pihak lainnya. Ini baru langkah awal, tapi Alhamdulillah ini di luar ekspetasi kita, karena baru satu tahun melakukan pembinaan, masuk dalam nominator Anugerah Pesona Indonesia," papar Rektor.

baca juga: Fakultas Pariwisata UMSB Gelar TOT Pendampingan Desa Wisata

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota , Nengsih, mengaku terkejut karena Kampung Sarugo masuk nominasi API 2020.

Menurutnya ada 18 item yang diajukan Pemkab Lima Puluh Kota , diantaranya kuliner, permainan rakyat, pariwisata buatan, wisata inovatif dan lainnya, namun hanya Kampung Sarugo yang masuk nominasi API 2020.

" Kampung Sarugo ini baru satu tahun di bawah binaan UMSB , dan sekarang luar biasa perkembangannya. Untuk pelestarian suatu kampung adat, mustahil kalau tidak tumbuh dari bawah. Ini kelebihan Sarugo, masyarakatnya, ninik mamak, bundo kandung, luar biasa," tutur Nengsih.

Menurut Nengsih, selama ini dari pemerintah hanya memberikan pembinaan kepada Kelompok Sadar Wisata. Tahun lalu baru dilatih, dan langsung diaplikasikan di lapangan, sehingga Kampung Sarugo mengalami perkembangan yang cukup pesat.

"Bisa buat paket banyak di Kampung Sarugo ini. Selain budayanya, bisa juga agro, sejarah, pertanian, kuliner, dan lain sebagainya. Kami berharap ketika orang datang, tidak hanya selfie lalu pergi. Saat ini, masing-masing rumah gadang sudah dipersiapkan homestay. Setidaknya pengunjung bisa tidur dua malam, sehingga ekonomi warga sekitar juga ikut bergerak," harap Nengsih.

Terkait akses jalan dan saluran komunikasi di Kampung Sarugo yang belum memadai, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lima Puluh Kota Ferry Copa menyebut sejumlah OPD terkait akan dilibatkan dalam menunjang pengembangan kepariwisataan di kawasan tersebut.

Saat ini, akses jalan di Nagari Koto Tinggi masih banyak yang rusak di sejumlah titik. Bahkan, ada yang belum tersentuh aspal. Tak hanya ini, sebagian besar kawasan Nagari Koto Tinggi , tak terkecuali di Kampung Sarugo , sama sekali tidak tersentuh jaringan telekomunikasi dan internet.

"Ke depan ini akan menjadi perhatian serius. Kita sudah mengusulkan Program Satria, yang merupakan program kementerian kominfo. Mudah-mudahan Kementerian Kominfo mendukungnya, sehingga kawasan ini bisa mendapatkan sinyal telepon dan internet," ujarnya.

Meski memiliki sejumlah kekurangan, namun Ferry Copa yakin dengan semangat warga dan pemerintah serta dukungan UMSB , Kampung Sarugo ini bisa memenangkan Anugerah Pesona Indonesia 2020.

Editor: Haswandi