Pemerintah Resmi Pungut Pajak Layanan Digital, Diterapkan Mulai Agustus

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Terhitung sejak awal Juli Pemerintah resmi memungut pajak dari transaksi digital . Hal itu ditandai dengan pembuatan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48/PMK.03/2020.

PMK tersebut mengatur pembelian produk digital impor dalam bentuk barang tidak berwujud ataupun jasa. Setiap pembeliannya, dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.Nantinya, kegiatan pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN akan dilakukan oleh pelaku usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Artinya, para pengguna layanan digital seperti Apple Music, Apple TV+, Netflix, Spotify, Steam, dan lainnya akan dikenakan PPN dalam tiap transaksi.

baca juga: Bukan Kelinci Percobaan, Pakar Sebut Ini Manfaat Uji Coba Vaksin COVID-19 di Indonesia

Meski kebijakan tersebut sudah berlaku mulai Juli, pemerintah baru akan memungut pajak pada Agustus mendatang. Munculnya kebijakan ini disinyalir jadi salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan keadaan ekonomi di Indonesia akibat COVID-19.

Seperti diketahui, industri layanan digital mengalami pertumbuhan selama pandemi terjadi. Apple TV+ misalnya, pada laporan finansial Apple selama Q2 2020 lalu, layanan tersebut berhasil meraup keuntungan sebesar $13,3 miliar. Raihan tersebut naik sekitar 16% dari pendapatan yang diperloeh pada tahun lalu. Bahkan, pelanggan layanan berlangganan Apple tembus diangka 515 juta pelanggan.

baca juga: Kementerian Koperasi dan UKM Janjikan Insentif UMKM Rp2,4 Juta, Cair Bulan Ini

Editor: Ramadhani