Bupati Agam Indra Catri Bantah Tuduhan ES Dibalik Postingan Akun FB Mar Yanto

Bupati Agam Indra Catri
Bupati Agam Indra Catri (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Salah seorang tersangka kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi , membuat surat permohonan maaf. Dalam surat permohonan maaf tersangka ES tersebut, yang beredar luas di media sosial tersebut, menyeret nama Bupati Agam Indra Catri .

Dalam surat permohonan maaf tersebut, ES menyatakan, bahwa perbuatan tersebut saya lakukan atas perintah pimpinan saya dalam hal ini Bpk. Indra Catri yang saat ini menjabat menjabat Bupati Agam dan seluruh postingan Facebook atas nama Mar Yanto diberi persetujuan oleh Bpk. Martias Wanto selalu Sekretaris Daerah Kab. Agam sebelum di posting di akun facebook atas nama Mar Yanto.

baca juga: Hasil Swab Petugas Negatif, RS Bhayangkara Padang Kembali Buka Layanan Umum

Bupati Agam Indra Catri membantah, pertanyaan ES tersebut. Ia mengatakan, ia menghormati langkah ES yang meminta maaf kepada Mulyadi , namun melihat demikian viral-nya berita, tentang peristiwa permintaan maaf saudara ES terhadap Ir. Mulyadi beberapa hari ini, ia menyampaikan klarifikasi, sekaligus menjawab kerisauan yang timbul ditengah masyarakat.

"Pada intinya kita serahkan kasus ini kepada penegak hukum. Bahwa tuduhan yang ditujukan kepada kami tersebut merupakan tuduhan yang tidak berdasar secara fakta hukum, karena kasus ini sedang dalam proses penyidikan oleh Polri di Polda Sumbar ," katanya di Padang, Minggu (5/7/2020).

baca juga: Sekda Agam Martias Wanto Tak Penuhi Panggilan Penyidik Polda Sumbar

Menurut Indra Catri , tuduhan yang ditujukan kepada kami oleh ES dalam surat permohonan maaf dan surat pernyataannya, seharusnya belum layak untuk disampaikan kepada publik karena kasus ini dalam proses penyelidikan.

"Saya pun merasa tidak etis untuk mengomentari apa yang masih dalam proses penyelidikan tersebut, beliau minta maaf saya hormati, tapi jangan mengait-ngaitkan dengan saya," ujarnya.

baca juga: Pengamat Politik: Kasus Indra Catri Tak Seksi, Tidak Berpengaruh Pada Pilihan Masyarakat

Ia menambahkan, sebagai warga negara yang baik, patuh dan kooperatif terhadap hukum dan menegakkan hukum, dirinya telah memenuhi panggilan Polri untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut.

"Saya sudah jelaskan, makanya ketika ditanya sehabis diperiksa, saya sudah jawab sesuai apa yang saya tahu dan apa yang ditanyakan," ujarnya lagi.

baca juga: RS Bhayangkara Padang Tutup Layanan Untuk Umum, Kabid Humas: Ada Personel dan PNS yang Positif COVID-19

Indra Catri melanjutkan, ia mengajak masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dengan senantiasa menghormati asas praduga tak bersalah.

"Langkah selanjutnya, terhadap tuduhan ES kepada saya, sepenuhnya saya serahkan kepada penasehat hukum atau kuasa hukum yang telah saya tunjuk," tegasnya.

Sementara itu Penasehat Hukum Indra Catri , Ardyan mengatakan, terkait surat pernyataan dan surat permohonan maaf tersebut, pihaknya kuat menduga telah terjadi tindakan pencemaran nama baik.

"Ini tidak hanya pencemaran nama baik kepada seorang Indra Catri , tapi ini pencemaran nama baik kepada pejabat negara yang sedang bertugas, karena ini menyatakan yang menyuruh itu Bupati Agam," kata Ardyan.

Editor: Muhammad Haikal