Pemko Payakumbuh Siapkan Lima Layanan untuk Perempuan Korban Kekerasan

Ilustrasi.
Ilustrasi. (net)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menyiapkan lima layanan untuk para perempuan yang menjadi korban kekerasan di daerah tersebut. Diantara layanan yang disediakan itu adalah layanan pengaduan, medis, rehabilitasi sosial, bantuan penegakan hukum, layanan pemulangan dan integrasi sosial.

"Lima layanan tersebut kita maksimalkan untuk membantu perempuan yang jadi korban kekerasan di Payakumbuh ," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh , Syahnadel Khairi, Seni (6/7).

baca juga: Lapas Kelas IIB Payakumbuh Serahkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Sekitar Terdampak COVID-19

Khusus untuk bantuan penegakan hukumm, pihaknya telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum, diantaranya dengan jaksa, polisi, advokat, dan lainnya tentang akses keadilan bagi perempuan kekerasan.

"Kita ingin semua perempuan dilindungi semaksimal mungkin, sehingga tidak ada lagi perempuan yang jadi korban kekerasan," terangnya.

baca juga: Dukung Program Pemerintah, Lapas Klas IIB Payakumbuh Sukses Gelar Vaksinasi Tahap II

Berdasarkan data di DP3AP2KB Payakumbuh , kasus kekerasan terhadap perempuan di masih tergolong biasa-biasa saja dan dapat diselesaikan di tingkat RT, RW dan kelurahan.

"Meski tidak banyak tapi kasus kekerasan terhadap perempuan masih terjadi," katanya.

baca juga: Terus Melonjak, Kasus Positif COVID-19 di Payakumbuh Bertambah 23 Kasus

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya terus melakukan tindakan preventif dengan melakukan sosialisasi-sosialisasi sampai ke tingkat kelurahan.

"Dalam melakukan tindakan preventif, kami juga bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang juga terdiri dari Unsur LBH, Polres, Kejaksaan, Pengadilan, RSUD, psikolog dan unsur OPD terkait serta lembaga masyarakat," ujarnya.

baca juga: Pemko Payakumbuh Siapkan Stand Khusus Vaksinasi Bagi Lansia di Halaman Balai Kota

Salah satu yang sering dilakukan dan penting dilakukan untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan adalah parenting. Sebab, angka kekerasan terhadap perempuan cukup banyak terjadi di dalam rumah tangga.

"Tidak hanya itu kami juga memberikan pelatihan-pelatihan dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan. Karena, permasalahan ekonomi juga salah satu yang menjadi pemicu pertengkaran," pungkas Syahnadel. (*)

Editor: Taufik Hidayat