DPRD Lima Puluh Kota Desak Pemkab Bangun Pusat Rehabilitasi ODGJ

Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan saat meninjau salah satu rumah warga di Lima Puluh Kota yang ODGJ
Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan saat meninjau salah satu rumah warga di Lima Puluh Kota yang ODGJ (Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra desak Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota membangun pusat rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hal ini disampaikan Deni Asra usai mengunjungi salah seorang warga di Jorong Tabing, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak beberapa waktu lalu.

Deni mengatakan dirinya prihatin melihat kondisi warga di Lima Puluh Kota yang mengalami gangguan kejiwaan. Apalagi menurutnya, kondisi tersebut dialami oleh keluarga kurang mampu yang mengakibatkan adanya pemasungan, pengasingan, dan perlakuan yang kurang manusiawi terpaksa dilakukan dalam menangani warga yang ODGJ tersebut.

baca juga: Koalisi Poros Baru Diisukan Akan Tarik PPP, Ini Tanggapan Mahyeldi

"Melihat kondisi seperti ini kami sangat prihatin ke depannya sangat diharapkan bagaimana bisa dilakukan pengambilan kebijakan yang pro rakyat. Kemudian diharapkan Pemkab segera menyiapkan pusat rehabilitas di Lima Puluh Kota sehingga tidak jauh lagi mengantarkan warga yang mengalami kondisi gangguan kejiwaan," kata Ketua DPRD Lima Puluh Kota dari Fraksi Partai Gerindra ini.

Untuk mempercepat pembangunan pusat rehabilitasi tersebut, pihaknya siap mendukung Pemkab dalam soal anggaran. Sehingga ke depannya Pemkab dapat d engan serius menyiapkan segala hal untuk mempercepat pembangunan pusat rehabilitasi ini.

baca juga: Ada yang Protes Terkait Diperpanjangnya Masa Belajar Siswa di Rumah, Ini Jawaban Wako Payakumbuh

"Kami mendesak Pemkab untuk melaksanakan pembangunan pusat rehabilitasi ini dan tentunya akan mendukung dari segi anggaran," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ferizal Ridwan menyebutkan bahwa tercatat sebanyak 35 orang warga di Lima Puluh Kota mengalami gangguan kejiwaan. Dimana 22 orang di antaranya berada dalam kondisi terlantar dan tidak terurus dengan baik.

baca juga: KPN Husada Syariah RSUD Adnaan WD Wakili Payakumbuh untuk Lomba Koperasi Tingkat Sumbar

"Hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor ekonomi dan orang yang mengurusnya juga sudah tua atau berusia lanjut. Tentu dengan kondisi kesehatan dan fisik akan kesulitan memelihara serta melayani yang bersangkutan," kata Ferizal Ridwan yang akrab disapa Buya Feri ini.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Ramadhani