Yayasan Igasar Siapkan 2 Skema Sekolah di Saat Pandemi

Ketua Yayasan Igasar Desramon.
Ketua Yayasan Igasar Desramon. (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Yayasan Igasar yang mengelola Semen Padang School (sekolah tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan SMK), telah menyiapkan dua skema menghadapi sekolah di masa pandemi COVID-19.

"Dua skema ini sudah kami ujicoba," ujar Ketua Yayasan Igasar, Desramon, dalam diskusi online "Siapkah Sumbar Sekolah Tatap Muka?" (TONTON VIDEO FULL DISINI) yang diselenggarakan KLIKPOSITIF .com, Senin (6/7).

baca juga: Sinergi BUMN; Semen Padang dan Adhi Karya Bangun Tol Trans Sumatera Ruas Sigli - Banda Aceh

Menurutnya, sejak kasus COVID-19 diumumkan pada Maret, sistem pembelajaran berubah total, termasuk di Semen Padang School. Sistem yang awalnya konvensional (tatap muka) beralih ke daring (online).

Semen Padang School langsung beradaptasi dengan sistem ini. Sistem pembelajaran jarak jauh diterapkan bekerjasama dengan Google Indonesia melalui aplikasi Google for Education.

baca juga: 1.410 Sekolah di Zona Kuning dan Hijau Dibuka, Paling Banyak di Sumatera

MoU dengan Google Indonesia ditandatangi pada 15 Mei. Siswa-siswi di Semen Padang School mulai belajar melalui Google Classroom.

"Barangkali kami yang pertama kali di Kota Padang bekerjasama dengan Google," ujarnya. Google memberikan fasilitas pembelajaran sinkronus (meeting) dan asinkronus (classroom).

baca juga: Kasus COVID-19 Terus Bertambah di Padang, Disdik Pastikan Belum Laksanakan PBM Tatap Muka

Skema kedua yang disiapkan adalah sistem pembelajaran tatap muka di saat pandemi. Ia mengatakan Yayasan Igasar telah membentuk tim COVID-19.

Tim ini bertugas menyusun buku panduan kerja dan pembelajaran tatap muka. Hasil kajian ini akan menjadi pedoman untuk melakukan hal-hal yang diperlukan, mulai dari menyiapkan sarana, melakukan simulasi, sosialisasi, dan evaluasi terhadap sistem pembelajaran.

baca juga: Realisasi Betonisasi di Padang Capai 27,6 Kilometer di Semester Dua

Menurut Desramon, kedua skema sudah disiapkan. Namun, kedua skema bukannya tanpa kendala. Misalnya, dalam skema pembelajaran jarak jauh, sulit untuk siswa SMK yang banyak melakukan praktikum.

Meski demikian, Yayasan Igasar, sebutnya, akan patuh kepada aturan yang diterapkan pemerintah apakah sekolah akan dilakukan tatap muka atau tatap maya. Sebab, pemerintah juga terikat pada aturan yang dibuat Menteri Pendidikan untuk membuka sekolah yaitu: berada di zona hijau, mendapat izin dari pemerintah daerah, kesiapan satuan pendidikan , dan izin dari orang tua/wali. (*)


Editor: Pundi F Akbar