Pengisian Premium dengan Tangki Modifikasi, Disperindag : Kami Minta Kerja Sama Pemilik SPBU

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andre Algamar
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andre Algamar (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Dinas Perdagangan Kota Padang meminta kerja sama dari pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) agar tidak menjual premium melebihi batas pengisian maksimum.

Hal tersebut dilakukan karena banyaknya pengisian premium menggunakan tangki yang telah dimodifikasi.

baca juga: Pencari Kerja di Pariaman Meningkat

"Kami sudah bertemu dengan pihak Pertamina dan pemilik SPBU untuk membahas ini. Kami mendapatkan dua solusi dalam pertemuan itu," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang , Andre Algamar, Selasa 7 Juli 2020.

Ia mengatakan, pihaknya meminta kepada Pertamina untuk pengisian premium serentak di 24 SPBU yang ada di Kota Padang .

baca juga: Gowes Siti Nurbaya, Pegiat Sepeda: Panitia Harus Perketat Tiga Titik Ini

"Dengan pengisian serentak ini, akan meminimalisir pengisian premium berlebihan yang sering terjadi," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya meminta komitmen dari pemilik SPBU untuk membatasi pengisian premium sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

baca juga: HUT ke-351 Kota Padang, Ini Pesan Mantan Wali Kota

"Kami meminta pemilik SPBU benar-benar melaksanakan pembatasan pembelian premium dengan jumlah maksimal Rp100 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp300 ribu untuk kendaraan roda empat," lanjutnya.

Selain itu, ia juga akan terus melakukan pengawasan melalui SK4 dan koordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi hal tersebut.

baca juga: Bantuan Sosial Tunai di Padang untuk 52 Ribu Penerima Baru

"Kami juga mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Polsek Lubuk Bagaluang yang telah melakukan penindakan terhadap masyarakat yang melakukan pengisian premium menggunakan tangki modifikasi itu," lanjutnya.

Ia juga berharap dukungan dari masyarakat agar tidak melakukan pengisian premium berlebih, agar BBM bersubsidi itu bisa dinikmati oleh masyarakat yang kurang mampu.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Ramadhani