Selama Enam Bulan, Sumbar Diguncang 196 Kali Gempa

ilustrasi
ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Enam bulan pertama tahun 2020, Provinsi Sumatera Barat tercatat telah diguncang gempa sebanyak 196 kali. Kebanyakan dari gempa itu tercatat dengan stimulus 3 sampai 5 Skalarichter.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Stasiun Padang Panjang mencatat antara 3 hingga 5 skala richter sebanyak 136 kali.

baca juga: Koalisi Poros Baru Diisukan Akan Tarik PPP, Ini Tanggapan Mahyeldi

"Dari 196 kali gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat pada semester pertama tahun ini, namun hanya sembilan kali guncangan gempa yang dirasakan masyarakat," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Padang Panjang Mamuri.

Menurutnya, selama enam bulan tersebut, gempa bumi paling besar yang terjadi dicatat dengan kekuatan 5,7 skala richter pada Juni lalu.

baca juga: Dalam Masa Pandemi, 10 Ribu Orang Akan Berkumpul Saat HUT Kota Padang

Sementara gempa dengan kekuatan paling kecil tercatat berkekuatan1,6 skala richter pada Maret lalu.

Menurutnya, sebanyak 57 kejadian gempa bumi dengan memiliki kekuatan dengan magnitude kurang dari tiga, dan empat kejadian gempa bumi dengan magnitude lebih dari lima.

baca juga: Bantu Atasi Krisis Darah, Dinas Perdagangan Adakan Kegiatan Donor Darah

"Sembilan kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat, paling banyak terjadi pada Maret 4 kali, kemudian Mei dan Juni masing-masing 2 kali, dan satu kali pada Februari," lanjutnya.

Menurutnya, selama tahun 2020 tidak ada kejadian gempa bumi yang berpotensi menyebabkan tsunami. Selain itu, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat sembilan gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya.

baca juga: PMI Padang Krisis Darah Selama Pandemi

Menurutnya, dari 196 kejadian gempa bumi yang terjadi selama 6 bulan tersebut masih dalam kondisi normal. Meskipun demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat di Sumatera Barat agar mewaspadai potensi gempa bumi, karena berada di wilayah yang rawan bencana.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Ramadhani